Mertua Sarkozy: Ini Saat Tepat Memotong Kakinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyampaikan pidato dalam konferensi pers mengumumkan rencana dana untuk penyakit Kanker , di Marseille, Prancis (2/11/09). Nicholas Sarkozy adalah salah satu kepala negara dengan gaji tertinggi yaitu USD 318.000 setara 3,6 miliar rupiah atau 304 juta/bulan. (ERIC FEFERBERG/AFP/Getty Images)

    Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyampaikan pidato dalam konferensi pers mengumumkan rencana dana untuk penyakit Kanker , di Marseille, Prancis (2/11/09). Nicholas Sarkozy adalah salah satu kepala negara dengan gaji tertinggi yaitu USD 318.000 setara 3,6 miliar rupiah atau 304 juta/bulan. (ERIC FEFERBERG/AFP/Getty Images)

    TEMPO.CO, Paris - Penangkapan mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy membuat publik Prancis terhenyak. Tak ayal, hal ini membuat ibu mertua Sarkozy, Marisa Bruni Tedeschi, turut memberikan komentar kepada suami penyanyi dan model Carla Bruni ini.

    "Ini saat yang tepat untuk memotong kakinya (red: menghancurkan karier politiknya)," kata wanita yang merupakan aktris Italia itu kepada media Italia, La Stampa, seperti dikutip dari laman Expatica. "Langkah ini justru dilakukan ketika ia sedang berjuang untuk kembali memimpin Partai Konservatif, UMP." (Baca:Korupsi, Sarkozy Tuding Partai Sosialis 'Otaknya')

    Memang, banyak yang menduga bahwa penangkapan ini berhubungan dengan karier politik Sarkozy. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan saluran televisi dan radio Prancis, pria berusia 59 ini menyatakan kasus ini aneh dan dirancang untuk menghina dan merusak reputasinya. Secara gamblang ia malah menuduh pemerintah yang kini dikuasai oleh Partai Sosialis berusaha menjatuhkan dia. (Baca:15 Jam Diinterogasi, Sarkozy Dalam Pantauan Hakim)

    Tak hanya dari keluarga, tokoh politik senior, Alain Juppe, juga menyatakan hal yang sama. Meski dipandang sebagai saingan utama Sarkozy, pria yang pernah menjabat perdana menteri ini mencuit, "Pertahanannya akan menunjukkan bahwa ia tidak bersalah. Itulah yang saya harapkan."

    ANINGTIAS JATMIKA | EXPATICA

    Berita lainnya:
    Pemimpin Pemberontak Irak Serukan Perang Suci 
    Sudah 2.400 Warga Irak Tewas Akibat Konflik
    Terkait Penculikan, Pengusaha Nigeria Ditahan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.