Demo Anti-Cina, Pabrik Foxconn di Vietnam Tutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh perakit produk Apple di pabrik Foxconn, Cina. inthesetimes.com

    Buruh perakit produk Apple di pabrik Foxconn, Cina. inthesetimes.com

    TEMPO.CO, Hanoi -- Penambangan minyak yang dilakukan oleh Cina di lepas pantai Laut Cina Selatan memicu konflik yang melibatkan Vietnam dan Taiwan. Melihat keributan itu, perusahaan Foxconn dari Cina akhirnya menutup paksa pabriknya di Vietnam dengan alasan memberi keamaan pada para pegawai setelah beberapa kali warga lokal melakukan demo anti-Cina.

    Mitra utama manufaktur Apple ini telah menutup operasinya selama tiga hari sejak Sabtu lalu. Para karyawan diperintahkan untuk mengambil cuti sejak peraturan itu dibuat oleh perusahaan.

    Aksi demo anti-Cina dilakukan warga Vietnam setelah Cina secara "egois" melakukan penambangan minyak di dekat Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan. Gugusan pulau ini dikuasai oleh Cina. Akan tetapi, Vietnam dan Taiwan juga mengklaim bahwa wiayah tersebut masuk ke dalam bagian negaranya.

    Sejumlah warga Vietnam melakukan demo di beberapa pabrik di Kota Hi Chi Minh terkait monopoli Cina tersebut. Beberapa dari mereka juga melakukan aksi kekerasan sehingga sejumlah pabrik terpaksa ditutup.

    "Kekerasan membuat produsen yang terkait seperti pabrik Nike, Adidas, serta Walmart menghentikan produksi. Sekarang, sebagai reaksi demo tersebut, Foxconn telah melakukan hal yang sama," kata Financial Times, seperti diberitakan oleh Apple Insider, Jumat, 16 Mei 2014. 

    Foxconn adalah pemasok utama produk Apple dan yang bertanggung jawab atas semua tersebut. Perusahaan telah terlibat dalam beberapa produksi produk Apple, seperti iPhone dan iPad.

    RINDU P HESTYA | APPLE INSIDER

    Berita Lain:
    Apartemen 23 Lantai Roboh, Kim Jong-un Minta Maaf
    Afrika Barat Sepakat Perang Melawan Boko Haram
    Filipina Tangkap Pakar Bom Militan Abu Sayyaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.