Kecelakaan Pesawat, Menteri Pertahanan Laos Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kecelakaan pesawat

    ilustrasi kecelakaan pesawat

    TEMPO.CO, Vientiane - Pesawat terbang angkatan bersenjata Laos yang membawa sekitar 20 orang mengalami kecelakaan di wilayah timur laut Provinsi Xiangkhouang, sekitar 470 kilometer dari Vientiane, ibu kota Laos, Sabtu pagi, 17 Mei 2014.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Sek Wannamethee menjelaskan kecelakaan pesawat itu menewaskan Menteri Pertahanan Laos, Douangchay Phichit.

    Douancgay, yang juga menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri, terbang bersama sejumlah pejabat tinggi Laos lainnya termasuk Menteri Keamanan Publik Thongbane Sengaphone dan  Gubernur Vientiane. Mereka juga tewas.

    Informasi kecelakaan pesawat militer itu diterima Sek dari pejabat Laos. Namun belum diketahui penyebab kecelakaan pesawat. Juga belum ada pernyataan resmi dari pejabat pemerintah Laos.

    Menurut New York Times, Sabtu pagi, 17 Mei 2014, rencananya para pejabat tinggi Laos itu akan mengikuti kegiatan yang diadakan kementerian pertahanan di kawasan pegunungan di Xiangkhoung. Namun pesawat yang terbang dari Vientiane jatuh di Desa Nadil, sebelah barat Bandara Xiangkhoung.  

    Televisi pemerintah Laos menayangkan upaya penyelamatan korban dan mengangkat puing-puing pesawat di kawasan hutan. "Belum diketahui penyebab kecelakaan pesawat," ujar pembawa acara televisi itu.

    Pada Oktober tahun lalu, pesawat milik maskapai Lao Airlines jenis ATR-72 mengalami kecelakaan akibat diterjang badai saat pesawat terbang mendekati Bandara Pakse di selatan Laos. Sebanyak 49 penumpangnya tewas.

    NEW YORK TIMES | ABC | MARIA RITA HASUGIAN

    Terpopuler:
    Perang di Falluja, Ribuan Warga Irak Mengungsi
    Pemilu Menang Mutlak, Narendra Modi Pimpin India
    Di Kamp Ini Pro Rusia Latih Anak Cossack Berperang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.