Feri Korsel Tenggelam, Kinerja Awak Kapal Lamban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penyelamat membawa penumpang kapal feri yang selamat di Pelabuhan Jindo, Korea Selatan, (16/4). Kapal feri

    Petugas penyelamat membawa penumpang kapal feri yang selamat di Pelabuhan Jindo, Korea Selatan, (16/4). Kapal feri "Sewol", yang membawa sekitar 470 penumpang, tenggelam di perairan Korea. AP/Park Chul-heung, Yonhap

    TEMPO.COSeoul – Sejumlah kelalaian kapten dan awak kapal feri Sewol yang tenggelam di perairan selatan Korea Selatan mulai terungkap. Dalam sebuah laporan yang dikutip Daily Mail disebutkan penumpang tidak segera diselamatkan begitu kapal mulai mengalami kecelakaan.

    Sejumlah saksi menuturkan ratusan orang, termasuk anak-anak sekolah, diperintahkan untuk tetap tinggal di kapal. Tidak ada perintah evakuasi meski sang kapten kapal, Lee Joon-seok, meminta para penumpang untuk memakai pelampung. (Baca: Kapten Feri Korsel Orang Pertama Tinggalkan Kapal)

    Sekitar 30 menit kemudian, barulah awak kapal menyebutkan sebuah daftar yang berisi nama-nama penumpang yang akan dievakuasi terlebih dahulu. Namun upaya penyelamatan menjadi lebih sulit lantaran kapal sudah semakin miring.

    “Penyelamatan itu tidak dilakukan dengan baik. Sebenarnya, kami memakai jaket dan memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri,” kata Koo Bon-hee, salah satu penumpang yang selamat. Namun, menurut dia, awak kapal begitu lambat dan membuang-buang waktu. (Baca: Hanya 1 dari 46 Sekoci yang Digunakan Feri Korsel)

    Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan lambatnya proses penyelamatan. Para penumpang hanya bisa mengira-ngira. Mungkin kapten kapal tidak ingin melanggar prosedur apa pun atau sang kapten merasa mampu untuk mengendalikan kapal, sehingga tidak diperlukan penyelamatan.

    Hingga Jumat pagi, 18 April 2014, korban tewas akibat terbaliknya feri di perairan Korea Selatan ini berjumlah 25. Kapal ini tenggelam di perairan Pulau Jindo pada Rabu, 16 April 2014, sekitar pukul 11.30 waktu setempat saat perjalanan dari Incheon menuju Pulau Jeju.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Pesawat MH370 Diyakini Masih Utuh di Dasar Laut
    Masuk Perairan Indonesia, Australia Pecat Perwira
    Korban Feri Korea Selatan Sempat SMS Ibunya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.