Keluarga Datangi Kantor Malaysia Airlines

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Malaysia Airlines. (AP Photo/Lai Seng Sin)

    Pesawat Malaysia Airlines. (AP Photo/Lai Seng Sin)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur-Sejumlah warga Indonesia berkumpul di kantor maskapai penerbangan Malaysia, Malaysia Airlines, Kuala Lumpur, Malaysia untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan anggota keluarga mereka di pesawat MH 370 yang dinyatakan hilang sejak Sabtu dini hari, 8 Maret 2014.

    Menurut Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono, Herlina Panjaitan bersama anaknya Leonard Siregar serta keponakannya sudah berada di Kuala Lumpur untuk mencari tahu keberadaan Firman Chandra Siregar, satu dari 239 penumpang MH370. Herlina adalah ibu kandung Firman.

    Malaysia Airlines, kata Hermono,  hanya memfasilitasi dua orang dari masing-masing keluarga penumpang. "KBRI Kuala Lumpur memfasilitasi keluarga korban yang lebih dari dua orang. Tadi malam malah keempatnya bermalam di rumah dinas Wakil Dubes," kata Hermono.

    Kedutaan Indonesia, ujarnya, berjanji memberi fasilitas kepada keluarga korban yang datang ke Kuala Lumpur lebih dari dua orang. "Petugas KBRI 24 jam di bandara Kuala Lumpur untuk mendampingi dan memfasilitasi keluarga korban yang baru datang," ujarnya.

    Selain keluarga Firman, dua orang anggota keluarga dari Willysurijanto Wang serta keluarga pasangan suami isteri Sugiato Lo dan Vinny Chynthyatio juga sudah tiba di Kuala Lumpur. Tinggal dua keluarga korban lagi yang belum tiba di Kuala Lumpur yakni, keluarga Tanurisam Indrasuria dan keluarga dua bersaudara Ferry Indra Swadaya dan Herry Indra Suadaya.



    MASRUR (KUALA LUMPUR)

    Terkait:

    Pilot Boeing Sempat Kontak Pilot Malaysia Airlines
    Alasan Penumpang Ini Naik Malaysia Airlines
    Pesawat Malaysia Airlines Sempat Putar Balik



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.