10 Pria Berpisau Serbu Stasiun di Cina, 33 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melakukan penjagaan di Kashgar, Xinjiang, Cina. AP/Kyodo News

    Polisi melakukan penjagaan di Kashgar, Xinjiang, Cina. AP/Kyodo News

    TEMPO.CO, Beijing - Sekelompok pria bersenjata pisau menyerang stasiun kereta api di Kota Kunming, Cina, pada pukul 21.00, Sabtu, 1 Maret 2014. Sebagian besar penyerang menggunakan pakaian hitam. Akibat serbuan itu, sekitar 33 orang meninggal, 130 orang terluka, serta 60 orang dilarikan ke rumah sakit.

    Menurut situs berita Miami Herald, insiden itu merupakan salah satu serangan paling berdarah di Cina dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa foto yang tersebar di media sosial menunjukkan beberapa korban merupakan calon penumpang kereta yang tengah antre membeli tiket. "Sementara foto lain memperlihatkan korban berlumuran darah dan orang-orang yang lari ketakutan," tulis Miami Herald, Sabtu, 1 Maret 2014.

    Seorang korban, Yang Haifei, terluka di dada dan pungungg. Kepada kantor berita Xinhua, Haifei mengatakan tengah membeli tiket kereta ketika serangan terjadi. "Saya melihat seseorang mendatangi saya dengan sebilah pisau panjang. Saya pun langsung lari," katanya. "Banyak orang yang juga berlarian, tapi tidak sedikit yang terjatuh."

    Situs berita CNN menyatakan penyerang berpisau itu berjumlah sepuluh orang. Media massa di Cina mengutip pejabat setempat yang menduga orang-orang militan dari Xinjiang yang melakukan serangan itu. Xinjiang adalah wilayah di Cina Barat yang jaraknya ribuan kilometer dari Kota Kunming. "Bukti di tempat kejadian menunjukkan bahwa serangan teroris di stasiun kereta api Kunming dilakukan oleh separatis Xinjiang," tulis Xinhua tanpa memberikan rincian bukti. (Baca: Cina: Teroris Xinjiang Dikendalikan Hasan Ismail)

    Adapun FOX News mengabarkan polisi menangkap seorang penyerang dan menembak mati lima pelaku. Namun identitas mereka belum dikonfirmasi.

    Wilayah Xinjiang dihuni oleh kaum Uighur atau muslim Turki. Sejak lama, sebagian warganya tak suka kendali pemerintahan Beijing di daerah. Dan dalam beberapa tahun terakhir, militan Uighur kerap melakukan serangan bunuh diri di kantor polisi Xinjiang. Ketika menyerbu, mereka sering menggunakan pisau atau bahan peledak. (Baca: Rusuh Lagi di Xinjiang, 16 Orang Tewas)

    MIAMI HERALD | CNN | FOX NEWS | CORNILA DESYANA

    Terpopuler:
    10 Sentilan KPK Soal KUHAP yang Bikin SBY Panas
    Ini Kata Megawati ke Risma dan Wisnu
    Ketika Djajeng Pratomo Ketemu Gret (2)  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.