Lalai Tangani Korban, Maskapai Korea Didenda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pesawat Asiana Airlines Boeing 777 yang terbakar ketika mendarat di Bandara Internasional San Francisco, Sabtu (6/7). REUTERS/Jed Jacobsohn

    Kondisi pesawat Asiana Airlines Boeing 777 yang terbakar ketika mendarat di Bandara Internasional San Francisco, Sabtu (6/7). REUTERS/Jed Jacobsohn

    TEMPO.COWashington – Departemen Transportasi Amerika Serikat (DOT) pada Selasa, 25 Februari 2014, menjatuhkan sanksi denda kepada Asiana Airlines. Maskapai ini dituding gagal membantu keluarga korban kecelakaan pesawat Asiana 214 di San Fransisco, Juli 2013.

    Kantor berita CNN melaporkan perusahaan penerbangan milik Korea Selatan ini harus membayar denda US$ 500 ribu atau sekitar Rp 5,8 mliar lantaran terlalu lambat menghubungi keluarga korban kecelakaan.

    Berdasarkan hasil penyelidikan DOT, maskapai ini perlu dua hari untuk menyampaikan berita kecelakaan tersebut kepada keluarga dari sekitar 75 persen korban. Bahkan beberapa di antara keluarga korban baru mendapat kabar setelah lima hari kecelakaan.

    Asiana Airlines berdalih, saat itu pekerja bandara yang membantu evakuasi bertugas dengan sangat “rumit”. Korban yang terluka dikirim ke tiga belas rumah sakit yang berbeda dan tidak ada data mengenai mereka, sehingga pihak maskapai kesulitan dalam melacak korban.

    Kecelakaan yang terjadi pada Boeing 777 milik Asiana Airlines. Pesawat menabrak tembok laut di Bandara Internasional San Fransisco dan jatuh di landasan.

    ANINGTIAS JATMIKA | CNN

    Terpopuler

    Pistorius Tonton Situs Porno sebelum Tembak Pacar
    Polio 'Aneh' Serang Anak-anak di California 
    Kantor Situs Berita Malaysiakini Diteror 
    Macan Tutul Lepas Teror Satu Kota di India


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.