Militan Mesir Ancam Serang Wisatawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Mesir berdiri diantara reruntuhan yang diakibatkan oleh bom mobil di markas kepolisian (24/12). Ledakan ini menewaskan setidaknya selusin orang, melukai lebih dari 100 orang. AP/Ahmed Ashraf

    Seorang warga Mesir berdiri diantara reruntuhan yang diakibatkan oleh bom mobil di markas kepolisian (24/12). Ledakan ini menewaskan setidaknya selusin orang, melukai lebih dari 100 orang. AP/Ahmed Ashraf

    TEMPO.CO, Kairo – Kelompok militan Ansar Bayt al-Maqdis yang berbasis di Sinai telah memperingatkan wisatawan untuk tidak berkunjung ke Mesir setelah 20 Februari mendatang. Mereka juga mengancam akan menyerang siapa pun yang tidak mengindahkan peringatan ini.

    “Kami menyarankan wisatawan untuk keluar dengan aman sebelum berakhirnya batas waktu,” demikian cuit yang disampaikan militan Ansar lewan akun Twitter mereka, seperti dikutip Reuters.

    Ancaman ini muncul beberapa hari setelah serangan bom bunuh diri yang menewaskan dua wisatawan Korea Selatan dan Mesir pada Minggu, 16 Februari kemarin.

    Mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan ini dan mengancam akan terus menargetkan sektor pariwisata yang kembali menggeliat setelah kekacauan politik sejak tergulingnya Presiden Husni Mubarak pada 2011 lalu.

    Militan Islam telah membunuh ratusan polisi dan tentara sejak militer berhasil menggulingkan Presiden Mohamed Mursi tujuh bulan lalu. Akan tetapi, pada serangan hari Minggu kemarin, bus wisatawan telah menandai pergeseran taktis untuk mencari sasaran empuk lainnya.

    Dalam siaran televisi pemerintah, Perdana Menteri Mesir Hazem el-Beblawi menuturkan ancaman ini dikeluarkan dengan tujuan merusak peta politik yang telah ditetapkan pasca-pengambilalihan kekuasaan oleh militer pada Juli tahun lalu.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS



    Terpopuler

    PBB Kumpulkan Bukti Kekejaman Pemimpin Korea Utara
    Polisi Geledah Stasiun TV yang Wawancarai Corby
    Pasukan Suriah Raih Kemenangan di Hama
    Kazakstan Larang Wanita Pakai Celana Dalam Berenda
    Wanita Ini Jadi Pemred Wanita Pertama di Arab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.