Jurnalis Ganteng Ini Disukai Demonstran Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang demonstran foto bersama wartawan asal Jepang Daijiro Enami, pada saat unjuk rasa anti pemerintah di Bangkok (3/2). Pattarachai bangkokpost.com

    Seorang demonstran foto bersama wartawan asal Jepang Daijiro Enami, pada saat unjuk rasa anti pemerintah di Bangkok (3/2). Pattarachai bangkokpost.com

    TEMPO.CO, Bangkok – Ada saja momen yang unik dalam setiap unjuk rasa. Di Bangkok, Thailand, gara-gara berwajah ganteng, seorang jurnalis nyaris tak bisa tenang bekerja melakukan reportasenya di tengah massa antipemerintah. Ribuan foto dirinya tersebar luas di akun sosial media Negeri Gajah Putih, seperti Instagram, Facebook dan Twitter.

    Daijiro Enami adalah nama dari sang jurnalis itu. Ia adalah seorang wartawan Jepang berusia 28 tahun yang bekerja untuk Fuji Television Network.

    Menurut situs Talk Story, ribuan sanjungan kepada Enami mengalir deras di dunia maya. Anehnya, itu tak hanya berasal dari pendemo kaum hawa, melainkan juga dari para lelaki.

    “Ayo lepaskan saja helmnya, biar tubuh saya melindungimu,” ujar seseorang bernama Noo Khon Dee di akun pantip.com.

    Kegantengan Enami mulai terendus oleh publik Bangkok saat ia terekam salah satu kamera stasiun televisi lokal saat mewawancarai Suthep Thaugsuban, pemimpin unjuk rasa antipemerintah. Kini di mana pun Enami berada, ia terlihat sibuk melayani permintaan foto para penggemarnya.

    Keputusan pemerintah Thailand yang tetap menggelar pemilu pada Ahad, 2 Februari 2014, memicu ketegangan di Bangkok. Di ibu kota negara ini, pengunjuk rasa memblokade jalan-jalan utama dan memaksa sejumlah kantor kementerian tutup pada Januari 2014.

    SANDY INDRA PRATAMA | BANGKOK POST

    Berita Terpopuler
    Colek Keluarga Jokowi-Ahok, Bumerang Ani Yudhoyono
    Bhatoegana, Ngeri-ngeri Suap dan Kawat Gigi 
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar  
    SBY Minta Pertimbangan DPR Soal Pecat Azlaini Agus
    Jokowi dan Risma Diadu oleh PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.