Penghina MRT Akhirnya Dipecat dari Pekerjaannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung duduk menikmati taman buatan di Bandara Changi, Singapura, Senin (9/12). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pengunjung duduk menikmati taman buatan di Bandara Changi, Singapura, Senin (9/12). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Singapura - Lontaran 'miring' di situs jejaring sosial oleh Anton Casey, ekspatriat asal Inggris yang tinggal di Singapura terhadap angkutan umum negara itu, tak hanya berbuah hujatan. Hari ini, dia juga dinyatakan dipecat dari pekerjaannya.

    Dalam laman Facebook-nya, Crossinvest (Asia) Pte. Ltd mengumumkan mereka telah memecat Casey. Saat polemik merebak di Singapura, perusahaan ini menyatakan akan melakukan investigasi dan mengumumkan hasilnya segera.

    Nama Casey menjadi terkenal di Singapura setelah foto yang diunggah di akun Facebook-nya menyebabkan kemarahan publik di negeri jiran itu. Dalam keterangan fotonya, ia menyebut penumpang MRT Singapura sebagai "orang-orang miskin".

    Tak hanya di dalam negeri Singapura, surat-surat kabar ternama Inggris juga menuliskan kisahnya. Umumnya, mereka mengangkat bagaimana reaksi marah publik Singapura atas lontarannya.

    Casey yang menikahi mantan Miss Singapura telah meminta maaf beberapa hari kemudian. Ia juga menyatakan, keluarganya di-bully secara ekstrem di internet, bahkan menerima ancaman pembunuhan.

    Dalam update statusnya, perusahaan mengatakan bahwa mereka sangat prihatin tentang "komentar baru-baru ini". Perusahaan mengatakan bahwa nilai-nilai inti mereka saling pengertian dan kepercayaan.

    Lebih lanjut mereka menyatakan Crossinvest Asia sebenarnya adalah bisnis keluarga yang dimulai di Singapura. "Komentar Casey sama sekali tidak mencerminkan budaya bahwa kami telah berusaha keras untuk membangunnya selama bertahun-tahun," kata juru bicara perusahaan itu.

    CHANNEL NEWS ASIA | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.