Dikepung Demo, Kehidupan Bangkok Berjalan Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo anti pemerintah membawa poster bertuliskan

    Pendemo anti pemerintah membawa poster bertuliskan "Shutdown Bangkok" saat bergabung dengan para pendemo yang sedang memblokade persimpangan jalan utama di Bangkok (13/1). Massa anti pemerintah memblokade jalan-jalan protokol dalam aksi masa besar-besaran untuk menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Bangkok - Aksi demonstrasi anti pemerintah di kota Bangkok selama dua hari terakhir ternyata tak membuat ibukota Thailand itu sepenuhnya lumpuh. Meski banyak jalan utama, kantor pemerintahan, dan pertokoan ditutup namun kehidupan warga berjalan normal.

    "Sebetulnya aksi berlangsung damai, kita tak perlu khawatir. Para demonstran terlihat santai, mendengarkan orasi, meniup peluit bareng-bareng, atau pawai keliling kota," kata Irene Dyah, warga Indonesia yang tinggal di Sukhumvit Soi 20, dekat perempatan Asok yang menjadi salah satu lokasi aksi demonstrasi kepada Tempo, Selasa, 14 Januari 2014.

    Irena mengatakan fasilitas umum untuk peserta demo lumayan komplit. Tenda makanan gratis bertebaran dimana-mana, selain itu juga ada toilet, posko kesehatan, dan ambulans.

    Jalanan, terutama di sekitar lokasi demo, memang lengang karena sebagian besar ditutup. Sebagian besar warga Bangkok memilih tidak menggunakan mobil dan berganti ke kereta api atau ojek sebagai transportasi.

    Menurut Irene beberapa keduataan besar sudah memberikan himbauan warganya untuk menjauhi lokasi demontrasi. Beberapa kedutaan bahkan melakukan antisipasi. Kedutaan Amerika Serikat menyarankan warganya menyimpan bahan makanan. "Kalau Jepang meliburkan sekolahnya, meski sebenarnya lokasinya jauh dari tempat demo," kata Irene.

    Komite Reformasi Rakyat Demokratik (PDRC) sejak Senin, 13 Januari 2014, menggelar aksi yang disebut "Bangkok Shutdown". Mereka menggelar aksi di beberapa jalan utama, persimpangan, dan memblokade beberapa gedung pemerintahan. Pimpinan PDRC, Suthep Thaugsuban, mengatakan aksi akan terus dilakukan hingga perdana menteri sementara Yingluck Shinawatra mundur.

    PDRC meminta Yingluck untuk mundur dari jabatannya. Mereka juga menolak pelaksanaan pemilihan umum yang sudah ditetapkan pada 2 Februari mendatang. "Kami akan terus menggelar aksi sampai Yingluck mundur," kata Suthep.

    REUTERS | RAJU FEBRIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.