Hadi Thayeb, Salah Satu Tokoh Pendiri Kemlu Wafat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Merah Putih tampak berkibar setengah tiang di halaman Istana Merdeka, Jakarta (9/6). Pengibaran bendera setengah tiang ini akan dilakukan selama dua hari sebagai tanda duka cita  wafatnya Ketua MPR Taufiq Kiemas. ANTARA /Zabur Karuru

    Bendera Merah Putih tampak berkibar setengah tiang di halaman Istana Merdeka, Jakarta (9/6). Pengibaran bendera setengah tiang ini akan dilakukan selama dua hari sebagai tanda duka cita wafatnya Ketua MPR Taufiq Kiemas. ANTARA /Zabur Karuru

    TEMPO.CO, akarta – Teuku M. Hadi Thayeb, salah seorang diplomat senior dan salah seorang pendiri Kementerian Luar Negeri berpulang dalam usia 91 tahun, hari ini, Jumat, 10 Januari 2014.

    “Indonesia telah kehilangan salah satu satu putera terbaik dalam bidang diplomasi dan politik luar negeri. Sosok beliau bukan saja dikenang sebagai salah satu diplomat senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi diplomasi, namun juga salah satu tokoh pendiri Kementerian Luar Negeri,” kata Menteri Luar Negeri Marty M. Natalegawa ketika menyampaikan duka cita dan bela sungkawa.

    “Indonesia dan Kementerian Luar Negeri secara khusus telah kehilangan seorang diplomat pejuang yang hakiki,” kata Marty.

    Teuku Mohammad Hadi Thayeb lahir di Peureulak, Aceh, 14 September 1922. Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI,  bersama Menteri Luar Negeri pertama RI, Achmad Soebardjo membentuk dan mendirikan kantor Departemen Luar Negeri. Saat itu masih berkantor di garasi rumah Achmad Soebardjo di Jln. Cikini no. 80-82.   Almarhum merupakan salah satu dari enam pegawai pertama Departemen Luar Negeri ketika itu.

    Selama berkarier di Departemen Luar Negeri, almarhum pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk lima negara sahabat yaitu Italia, Polandia, Arab Saudi, Swiss dan Inggris.  Semasa hidupnya,  ayah Hamzah Thayeb, Duta Besar RI di London tersebut,  pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Dwikora (1964-1966),  Wakil Gubernur Lemhanas (1974-1979) dan Gubernur Aceh (1981-1986).

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.