PBB: Suriah Terbukti Pakai Senjata Kimia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan PBB yang menbawa petugas ahli senjata kimia berjalan beriringan di kota Damascus, Suriah (28/80. Sejumlah pasukan anti pemerintah bersedia memberikan pengawalan bagi iringan kendaraan ini. (AP Photo/Shaam News Network via AP video)

    Sejumlah kendaraan PBB yang menbawa petugas ahli senjata kimia berjalan beriringan di kota Damascus, Suriah (28/80. Sejumlah pasukan anti pemerintah bersedia memberikan pengawalan bagi iringan kendaraan ini. (AP Photo/Shaam News Network via AP video)

    TEMPO.CONew York – Sebuah laporan mengenai Suriah baru saja dirilis oleh PBB. Laporan itu menyebutkan bahwa Suriah telah menggunakan senjata kimia berulang kali selama perang sipil yang berlangsung di negara tersebut.

    Dikutip dari Reuters, laporan setebal 82 halaman itu menyatakan senjata kimia mungkin telah digunakan sebanyak lima sampai tujuh kali dalam konflik ini. Laporan yang dirilis pada hari Kamis, 12 Desember 2013 ini menyebutkan bahwa senjata kimia digunakan oleh tentara pemerintah.

    Penyelidikan yang dipimpin oleh Inspektur Kepala Ake Sellstrom ini berhasil membuktikan dengan jelas dan yakin bahwa bahan kimia sarin telah digunakan untuk menyerang ratusan warga sipil di pinggiran kota yang dikuasai oleh pemberoontak dari Damaskus pada bulan Agustus lalu.

    Sebelumnya, pemberontak Suriah dan kekuatan Barat telah menuduh pemerintah Suriah yang dipimpin oleh Presiden Bashar al-Assad atas penggunaan senjata kimia. Assad mengelak dan justru mengklaim pihak pemberontak lah yang menggunakannya.

    PBB menegaskan, mereka memang menangkap beberapa pemberontak Suriah, tapi mereka tidak menemukan adanya senjata kimia bersama para pemberontak.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Topik Terhangat

    Kecelakaan Kereta Bintaro | SEA Games Myanmar | Pelonco Maut ITN | Vila Liar Puncak | Mandela Wafat


    Terpopuler
    Mayat Korban Pelonco ITN Mengeluarkan Sperma
    ITN Telusuri Adegan Pemerkosaan dalam Pelonco 
    Warga Bakar Vila Orange Milik Probosutedjo 
    Main Golf, Empat Direksi BUMN Terancam Sanksi 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.