Rusia Akan Mencoba Vaksin Anti-AIDS pada Manusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Para sarjana di Institut Imunologi Moskow, Rusia, kini tengah bergiat membuat vaksin anti AIDS. Vaksin baru temuan mereka itu telah diperbolehkan oleh Kementerian Kesehatan setempat untuk diuji cobakan pada manusia. Guna menggapai sukses, institut ini bekerja sama dengan Vektor, para ahli yang bernaung di Pusat Virusologi Koltsovo, Novosibirsk. Walau sudah direstui pemerintah, ekseperimen itu banyak yang menyangsikan keberhasilannya. Salah seorang yang meragukan adalah Vadim Pokrovsky, ilmuan asal Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. “Bahwa vaksin itu akan efektif 100 persen, sangat tipis. Ini terlihat tidak adanya kemajuan dalam mencipta vaksin anti AIDS yang efektif di negeri lain,” ujar Vadim Pokrovsky yang juga sebagai Pemimpin Pusat Ilmiah Metodik Federal kepada Tempo akhir pekan lalu.Sejauh mana ilmuan berhasil menciptakan vaksin anti AIDS? Vadim Pokrovsky mengatakan, berbagai negeri sudah mencoba. Diakuinya, dari berbagai uji coba itu belum ada yang efektif. “Bahkan ada ahli yang berpendapat menciptakan vaksin anti AIDS sama sekali tidak mungkin," katanya. Karena itu, "Kami tidak boleh mengandalkan pada terciptanya vaksin yang betul-betul effektif. Kami menganjurkan kepada semua orang untuk mempropagandakan cara hidup sehat,” kilahnya. Pokrovsky menambahkan, masalah AIDS di Rusia sangat serius. Warga yang terjangkit mencapai 301 ribu orang. “Itu data resmi. Kalau dihitung dengan yang tak terdaftar, jumlahnya bisa mencapai satu juta lebih,” katanya. Ini lantaran, kata dia, saban minggu warga yang dinyatakan terjangkut AIDS bertambah 500-1.000 orang. Dia mencatat, 80-90 persen penyebab AIDS karena perilaku seks bebas. “Jika pemerintah tidak menyediakan dana tambahan, jumlah penderita AIDS akan terus membesar, terutama di Eropa Timur dan Asia Selatan,” katanya.Tingginya penderita AIDS tak pelak munculnya berbagai obat di pasaran. Di antaranya phosphazid (baca vikavir) yang komposisinya hampir serupa dengan obat yang beredar di pasaran seperti retravir, lamivudi, dan kaletra Pokrovsky menyebutkan, obat anti AIDS yang terdaftar di Rusia ada 14 buah. Setiap penderita dalam satu tahun membutuhkan obat seharga US$ 5.000-US$ 7.000.Pengunaan obat ini lumayan memberi hasil. Penderita yang mendapat perawatan intensif melalui obat, hasilnya positif. Vadim Pokrovsky memberikan contoh ketika seorang anak terjangkit AIDS saat umur 1 tahun pada 1985 lalu. Selama belasan tahun tubuhnya dicekoki obat. Dia sekarang sudah berumur 20 tahun. Setelah menamatkan sekolah, lantas bekerja sebagai sopir taksi. Para ahli kesehatan mengakui, bahwa untuk menanggulangi bahaya AIDS diperlukan usaha bersama, baik pemerintah maupun swasta. Pokrovksy yakin, sekitar 10 tahun yang akan datang akan tercipta obat penyembuh penyakit AIDS.Sementara itu, menurut E.Voronin, direktur rumah sakit anak khusus AIDS, diperlukan perombakan cara pandang masyarakat yang cenderung mengisolasi anak yang terkena AIDS. Salah satu caranya adalah membahas masalah secara terbuka melalui media massa elektronik atau juga film. Mengadaptasikan anak-anak terjangkit AIDS amat penting. “Jika tidak, mereka akan menjadi orang cacat rohaniah dan akan membalas dendam karena merasa diasingkan lingkungan sosial,” ujarnya.Svet Zakharov-Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.