Pesawat Kepala Negara APEC pun Diparkir di Mataram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Lombok dibangun untuk menggantikan fungsi dari Bandara Selaparang Mataram yang dianggap sudah tidak layak didarati  pesawat berbadan besar. TEMPO/ Nita Dian

    Bandara Internasional Lombok dibangun untuk menggantikan fungsi dari Bandara Selaparang Mataram yang dianggap sudah tidak layak didarati pesawat berbadan besar. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Mataram - Bandara Selaparang di Kota Mataram akan dijadikan tempat parkir pesawat peserta Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (KTT APEC), 1-8 Oktober mendatang. "Saat ini, sudah ada satu pesawat yang dijadwalkan parkir, pesawat kecil," kata General Affair & Communication Section Head PT Angkasa Pura I M. Albar Wahyudi kepada Tempo, Jumat, 27 September 2013.

    Sementara itu Bandara Internasional Lombok (BIL) hingga kini belum ditutup. Jadwal penerbangan dari dan ke bandara ini bergantung pada notice to airman (notam atau pemberitahuan mengenai kondisi atau perubahan penebangan). Selama ini ada 11 jadwal penerbangan maskapai yang melayani rute Denpasar-Lombok, yakni Merpati Nusantara Airlines, Wings Air, Trigana-TransNusa, dan Garuda.

    Namun Albar mengatakan semua rute penerbangan ke kota selain Denpasar tetap normal. Misalnya, jadwal penerbangan dari BIL menuju Surabaya, Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, dan Makassar dinyatakan tetap normal. "Tidak mengalami penghentian penerbangan," kata Albar. Sementara itu, Bandara Ngurah Rai Bali akan ditutup selama penyelenggaraan KTT APEC.

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Terhangat
    Lurah Lenteng Agung | Mobil Murah | Kontroversi Ruhut Sitompul

    Berita Terpopuler
    Jokowi: Lurah Susan Tak Akan Dipindah
    Ini Pengakuan Tersangka Penyekap Penjual Kopi
    Ahok Tuding Ada Provokator Demo Lurah Susan
    Perempuan Cantik di Seputar Narkoba
    Demo Lurah Susan, Pengamat: Politik Dalih Agama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.