Tak Dapat Visa, Presiden Sudan Batal ke PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara pemberontak berjalan dekat sebuah pasar yang hancur akibat serangan udara oleh Angkatan Udara Sudan, di Rubkona, dekat Bentiu, Sudan (23/4). REUTERS/Goran Tomasevic

    Seorang tentara pemberontak berjalan dekat sebuah pasar yang hancur akibat serangan udara oleh Angkatan Udara Sudan, di Rubkona, dekat Bentiu, Sudan (23/4). REUTERS/Goran Tomasevic

    TEMPO.CO, Khartoum - Presiden Sudan Omar al-Bashir batal terbang ke New York untuk mengikuti Sidang Umum PBB, Rabu, 25 September 2013, karena tidak mengantongi visa Amerika Serikat.

    Dalam sebuah pernyataan, PBB tidak memberikan alasan yang jelas mengenai ketidakhadiran Presiden al-Bashir dalam sidang umum. Namun demikian, permohonan visa presiden Sudan yang diajukan pekan lalu menempatkan Pemerintahan AS dan PBB dalam posisi tidak nyaman.

    "Bagian protokoler membenarkan bahwa Presiden Sudan batal hadir dalam sidang umum," kata juru bicara PBB, Jerome Berrad, kepada Agence France-Presse.

    Bashir didakwa oleh Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) di Den Haag telah melakukan kejahatan dan pembunuhan massal. Visa yang diajukan Bashir ditolak Amerika Serikat di bawah kesepakatan internasional.

    Kendati demikian, otoritas AS menolak menjelaskan mengapa mereka tidak memberikan visa bagi Bashir. ICC telah mendesak otoritas AS menahan Bashir, pria yang dituduh melakukan kejahatan perang, kemanusiaan, dan genosida dalam konflik di Darfur.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Topik Terhangat:
    Mobil Murah | Kontroversi Ruhut Sitompul | Guyuran Harta Labora | Info Haji | Tabrakan Maut

    Berita Terpopuler
    Nasihat Miley Cyrus untuk Justin Bieber
    Beda Gaya Hidup, Richard Gere-Carey Lowell Cerai
    Membangun Indonesia dengan Tertawa, Bisa?
    Rahayu Saraswati Akan Menikah Tahun Depan
    Rihanna Nonton Pertunjukan Seksi di Thailand


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.