Publik AS Menentang Serangan ke Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedemo yang menentang serangan militer AS terhadap Suriah melakukan unjukrasa di depan Gedung Putih di Washington, Senin (9/9). AP/Carolyn Kaster

    Sejumlah pedemo yang menentang serangan militer AS terhadap Suriah melakukan unjukrasa di depan Gedung Putih di Washington, Senin (9/9). AP/Carolyn Kaster

    TEMPO.CO, Washington - Langkah Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang sibuk mengumpulkan dukungan untuk memuluskan jalan menyerang Suriah tak mencerminkan keinginan rakyatnya. sebuah survei nasional yang baru menunjukkan dia "berenang melawan gelombang yang kuat" dari opini publik yang tidak ingin AS terlibat di Suriah.

    Jajak pendapat yang digelar CNN bekerja sama dengan ORC International  menunjukkan bahwa meskipun delapan dari 10 warga AS percaya bahwa rezim Bashar al-Assad menebar gas beracun pada rakyatnya sendiri, mayoritas dari mereka tidak ingin Kongres  meloloskan sebuah resolusi yang mengizinkan serangan militer terhadap negara itu.

    Sekitar tujuh dari 10 responden mengatakan serangan tersebut tidak akan mencapai tujuan yang signifikan bagi Amerika Serikat. Begitu pula dari sisi kepentingan nasional, tak ada urgensinya untuk terlibat dalam perang sipil Suriah.

    Jajak pendapat ini dipublikasi tepat menjelang Kongres diharapkan untuk mengambil resolusi setelah kembali dari reses musim panas pada Senin. Obama akan berada di Capitol Hill pada Selasa sebelum berpidato yang akan diumumkan secara luas melalui televisi.

    Menurut CNN, tantangan terbesar Obama bukan dari Kongres, melainkan rakyatnya sendiri. "Mereka melihat respon militer tak membuat perbedaan apapun. Melihat pengalaman sebelumnya di Irak dan Mesir, mereka skeptis," kata kata John King, pimpinan koresponden nasional CNN.

    CNN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.