Yasser Arafat Dikabarkan "Mati Otak"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Palestina Yasser Arafat dikabarkan mengalami kondisi "mati otak". Kantor berita AFP memberitakan kesimpulan ini diungkapkan sebuah sumber medis di Prancis, dimana Arafat saat ini dirawat. Karena kondisinya koma, dia dibantu alat-alat kedokteran yang mendukung kehidupannya. Namun berita AFP itu dibantah dokter pribadi Arafat Dr. Ashraf Kurdi. Kepada TV Al Arabiya, dia mengatakan Arafat tidak menderita stroke atau tekanan darah tinggi. ?Arafat tidak memiliki kriteria mati otak,? katanya. Kesehatan Arafat menurun sejak tiga minggu lalu, dan puncaknya pada Rabu pekan lalu hingga dokter mengirimnya ke unit intensif care di sebuah rumah sakit Prancis.Para dokter hingga saat ini belum mengetahui apa yang terjadi. Namun mereka menduga kondisi ini disebabkan leukimia atau kanker dalma bentuk lain. Menteri Luar Negeri Palestina Nabil Shaath mengatakan Arafat tidak dalam kondisi koma. ?Ia memang tidak bertambah baik, tapi juga tidak bertambah buruk,?? katanya. Kamis (4/11) kemarin, televisi Saluran Dua Israel memberitakan wafatnya pemimpin Palestina itu. Namun berita itu dibantah dokter Prancis yang merawat Arafat, yang sejak dua hari ini dirawat di ruang perawatan intensif. Dokter kepala di rumah sakit militer Percy di luar Paris, Christian Estripeau, mengatakan Presiden Arafat tetap di rumah sakit Percy. ?Dia tidak meninggal dunia." Perdana Menteri palestina Ahmed Qurie juga membantah kabar itu. CTV.com/AP/AFP/Sita Planasari

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?