Korea Selatan Paksa Utara Berunding Soal Kaesong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja di kawasan industri Kaesong mengganti plat mobil Korea Utara ke plat Korea Selatan saat akan diperiksa di badan imigrasi dan bea cukai Korea Selatan. (9/4).  REUTERS/Kim Hong-Ji

    Pekerja di kawasan industri Kaesong mengganti plat mobil Korea Utara ke plat Korea Selatan saat akan diperiksa di badan imigrasi dan bea cukai Korea Selatan. (9/4). REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Seoul - Korea Selatan menyatakan akan menyiapkan "kuburan massal" jika Korea Utara tak bersedia berunding soal Kaesong, kawasan industri yang menjadi simbol kerja sama penyatuan Korea.

    Kawasan industri Kaesong yang berdiri di wilayah Utara telah ditutup oleh negeri komunis ini sejak bulan lalu menyusul konflik politik kedua negara. Seluruh pekerja asal Selatan diusir.

    Dalam sebuah pengarahan di depan layar kaca, Kamis, 25 April 2013, juru bicara Menteri Penyatuan Korea Selatan Kim Hyung-suk menolak menguraikan sikap, apakah Seoul akan bertindak jika Pyongyang benar-benar tidak merespon hingga batas waktu yang ditetapkan, Jumat, 26 April 2013.

    Seoul meminta dengan sangat agar Utara membuka kembali kompleks industri Kaesong. Namun, pernyataan Seoul soal "kuburan massal" mungkin sebagai sinyal bahwa negeri itu akan menarik sisa pekerjanya di sana.

    "Kami tak berubah sikap soal Kaesong bahwa kompleks itu agar tetap beroperasi," ujar Kim. "Tetapi kami juga tak bisa menerima situasi ini (penutupan) berlangsung terus-menerus." Dia menambahkan, "Jika Korea Utara menolak usulan kami, kami tak punya pilihan kecuali memberikan tekanan yang keras."

    Kim tak menjelaskan langkah keras apa yang bakal diambil. Akan tetapi, sikap keras itu diperkirakan Korea Selatan bakal menarik diri secara permanen dari kawasan yang mempekerjakan 53 ribu orang di 123 perusahaan Korea Selatan.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


    Topik Terhangat:


    #Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya



    Baca juga:

    Rusia Sudah Peringatkan CIA Soal Tamerlan Tsarnaev

    FBI: Pemuda Amerika Serikat Gabung ke Al-Qaeda

    Tersangka Bom Boston Dicuci Otak di Cambridge

    Kisah Warga Penemu Pengebom Boston Maraton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.