Amerika Siapkan Virus Anti Flu Burung H7N9

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa membaca poster himbauan waspada virus H1N1 (Flu Burung) pada mading di kawasan kota Tangerang, Banten. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Seorang siswa membaca poster himbauan waspada virus H1N1 (Flu Burung) pada mading di kawasan kota Tangerang, Banten. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau US Centers for Disease Control dan Pencegahan (CDC), mengklaim tengah membuat vaksin virus H7N9. Melalui situs resiminya, Kamis 4 April 2013, CDC menyatakan mengikuti situasi penyebaran virus H7N9 di Cina sebagai bagian dari persiakan menyediakan vaksin.

    CDC bekerja sama dengan pihak domestik dan internasional akan menciptakan vaksin tersebut. Saat ini, para ilmuwan di seluruh dunia memeriksa urutan genetik dari virus dan menilai tingkat keparahannya sebagai pengukuran rutin.

    Senada dengan CDC, Otoritas Kesehatan Amerika Serikat (AS) dan Canada yang berbasis di Beijing, mengatakan mereka juga sedang memantau situasi penyebaran virus H7N9 bersama dengan Otoritas pencegahan wabah penyakit menular di Cina.

    "Badan otoritas kesehatan harus terus memantau informasi mengenai flu burung H7N9 pada unggas, serta pada kasus manusia di Cina bersama dengan mitra nasional dan internasional, termasuk WHO melacak semua jenis aktivitas flu di Kanada dan di seluruh dunia," kata seorang sumber dari Badan Kesehatan Kanada.

    CBC NEWS | FIONA PUTRI HASYIM



    Baca di Tempo
    Pangdam Diponegoro Didesak Minta Maaf

    Sultan Minta Pengamanan Yogyakarta Diperketat

    Bentrokan di Sumatera Utara, 8 Warga Myanmar Tewas

    SBY Bilang Pelaku Penyerangan LP Cebongan Kesatria

    Topik Terhangat Tempo:
    Penguasa Demokrat
    || Agus Martowardojo || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.