Paus: Pengunduran Diri Saya untuk Kebaikan Gereja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Benediktus XVI berbicara di depan umat katolik di Vatikan (13/2). REUTERS/Stefano Rellandini

    Paus Benediktus XVI berbicara di depan umat katolik di Vatikan (13/2). REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Vatikan - Paus Benediktus XVI tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak pengumuman pengunduran dirinya sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. Dalam audiensi mingguan pada Rabu, 13 Februari 2013, yang dihadiri ribuan jemaat di Vatikan itu, Paus mengutarakan alasan di balik keputusannya.

    Dalam kesempatan itu, Paus berusia 85 tahun itu mengatakan, pengunduran dirinya adalah untuk kebaikan gereja. Namun, dia tidak memerinci lebih jauh kebaikan apa yang dimaksudnya.

    Di awal audiensinya, pria bernama asli Joseph Ratzinger itu mengulangi lagi alasan pengunduran dirinya sebagaimana disampaikan oleh kardinal Vatikan pada Senin lalu. Alasan itu bahwa dirinya benar-benar tidak punya kekuatan untuk melanjutkan tugas kepausan. "Aku melakukan ini dengan kebebasan penuh untuk kebaikan bagi gereja," kata Paus.

    Dia juga meminta umat Katolik terus berdoa bagi Paus baru dan gereja. Paus ke-265 dalam sejarah gereja Katolik itu menyampaikan terima kasih pada jemaat untuk cinta dan doa mereka.

    Sebagaimana diumumkan pada Senin lalu, pria asal Jerman ini akan mundur sebagai Paus pada tanggal 28 Februari mendatang pukul 19.00 waktu setempat. Untuk menggantikan posisinya, pemilihan Paus baru akan dilakukan sidang konklaf pada pertengahan Maret mendatang.

    USA TODAY | AMIRULLAH

    Berita terpopuler:
    Hatta Ke Pasar Klender, Pedagang Malah Cari Jokowi

    Choel Akan Kembalikan Duit, Begini Kata KPK
    Demokrat Daerah Mulai Tinggalkan Anas
    IQ Gadis 16 Tahun Ini Melebihi Einstein
    Bambang Minta Kasus Anas Digelar Ulang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.