Tiga Kapal Cina Memasuki Perairan Sengketa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal patroli Cina, Haijian No. 51 (kiri) berlayar di samping kapal patroli Jepang Ishigaki dekat Pulau Uotsuri di wilayah Kepulauan Senkaku (versi Jepang) dan Kepulauan Diaoyu (versi Cina), di Laut Cina Timur. REUTERS/Kyodo/Files

    Kapal patroli Cina, Haijian No. 51 (kiri) berlayar di samping kapal patroli Jepang Ishigaki dekat Pulau Uotsuri di wilayah Kepulauan Senkaku (versi Jepang) dan Kepulauan Diaoyu (versi Cina), di Laut Cina Timur. REUTERS/Kyodo/Files

    TEMPO.CO, Naha – Sengketa pulau Jepang-Cina kian panas. Setelah Jepang mengancam akan menembak pesawat asing yang melintasi ruang udara wilayah sengketa, disusul kecaman Cina atas pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary R. Clinton yang dituding membela Jepang.

    Senin, 21 Januari 2013, Badan Penjaga Pantai Jepang mengatakan tiga kapal pengintai maritim Cina masuk ke perairan dekat Pulau Senkaku, yang juga diklaim Beijing. Ketiga kapal tersebut masuk selama sekitar 15 menit, pada pukul 7 pagi waktu setempat, kata Badan Penjaga Pantai Naha, Prefektur Okinawa.

    Kementerian Luar Negeri Jepang kemudian mengajukan protes ke Kedutaan Besar Cina di Tokyo. Deputi Direktur Jenderal Urusan Asia dan Oseania, Kanji Yamanouchi, menelepon pejabat senior Kedubes Cina untuk menyampaikan keberatan mereka.

    Kapal-kapal Cina itu terakhir kali terlihat di perairan yang sama pada Sabtu lalu. Cina menyebut Kepulauan Senkaku sebagai Diaoyu. Cina meningkatkan klaim atas pulau-pulau tak berpenghuni, sejak pemerintah Jepang membeli tiga dari lima pulau utama di gugusan Kepulauan Senkaku atau Diaoyu.

    KYODO | AP | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.