Perawat Kate Middleton Tewas, Istana Disalahkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kate Middleton mengenakan dress berwarna hijau emerald dari rumah mode Mulberry. Cocoperez.com

    Kate Middleton mengenakan dress berwarna hijau emerald dari rumah mode Mulberry. Cocoperez.com

    TEMPO.CO, London - Penyanyi yang dikenal dengan pandangan anti-kerajaan, Morrissey, tadi malam secara sensasional menyebut Kate Middleton harus ikut bertanggung jawab atas kematian Jacintha Saldanha. Ia menyayangkan Duchess of Cambridge yang tengah hamil itu tidak peduli tentang kematian perawat rumah sakit akibat bunuh diri.

    "Kate seharusnya merasa malu tentang kematian wanita malang itu," katanya.

    Morrissey mengecam arogansi keluarga kerajaan. Ia yakin bahwa Clarence House memberikan tekanan maksimum pada resepsionis dan perawat di rumah sakit tempat Kate dirawat itu. Tekanan inilah, kata dia, yang membuat Saldanha memutuskan bunuh diri.

    Kate dirawat di rumah sakit itu pekan lalu karena gangguan kehamilannya. Saat itu, dua penyair radio menelepon Saldanha dengan berpura-pura sebagai Ratu Elizabeth. Belakangan, Saldanha yang menerima telepon dan memberikan rincian rekam medis Kate ditemukan bunuh diri. Kate belum mengeluarkan pernyataan apa pun tentang musibah ini.

    Seorang juru bicara kerajaan mengatakan Jumat lalu bahwa Duke dan Duchess sangat berduka atas kematian Saldanha. Namun, Morrissey mengatakan pada 3News tentang Kate, "Dia sama sekali tak merasa malu tentang kematian wanita ini."

    Dia mengklaim dua penyiar Radio 2Day, Mel Greig dan Michael Christian hanyalah kambing hitam untuk mengalihkan perhatian atas tekanan Istana bagi Saldanha.

    Seorang juru bicara Clarence House mengatakan kepada Mail Online tidak akan memberikan tanggapan apa pun terhadap pernyataan Morrissey.

    MAIL ONLINE | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.