Israel Menembak Mati Sopir Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Palestina memanjat tembok perbatasan yang dibangun Israel di Betlehem, Tepi Barat (29/11). Warga Palestina berkumpul di beberapa lokasi, merayakan pengakuan PBB atas negara Palestina. REUTERS/Ammar Awad

    Seorang warga Palestina memanjat tembok perbatasan yang dibangun Israel di Betlehem, Tepi Barat (29/11). Warga Palestina berkumpul di beberapa lokasi, merayakan pengakuan PBB atas negara Palestina. REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Serdadu Israel membunuh seoran sopir Palestina di Kota Nablus, Tepi Barat, dengan cara menabrakkan jip militer ke mobilnya. Kemudian, warga Palestina ini ditembak mati. Demikian laporan media Israel, Senin, 3 Desember 2012.

    Situs berita Ynet melaporkan, hasil investigasi menyebutkan, pria malang itu diidentifikasi berusia 35 tahun, bernama Hatem Shadid. "Dia ditembak mati setelah diduga akan menyerang pos tentara," tulisnya.

    Namun, belakangan, situs ini meralat beritanya setelah mendapatkan masukan dari militer Israel dengan menulis, "Seorang teroris Palestina tewas setelah menabrakkan mobilnya ke jip militer Israel."

    Pejabat Israel lainnnya mengatakan, kejadian itu bermula ketika Shadid yang menabrakkan mobilnya ke jip Israel yang sedang mengangkut agen intelijen Shin Bet.

    Kantor berita Ma'an melaporkan, tempat kejadian merupakan kawasan tertutup sebagai zona militer. Bahkan, tim medis Palestina tak diberikan akses untuk mengevakuasi korban. Menurut saudara laki-laki Shadid, Hatem adalah seorang pekerja bangunan yang memiliki lima anak.

    AL AKHBAR | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Bupati Garut Aceng: Saya Masih Sayang Fany  

    3 Alasan Bupati Garut Ceraikan Fany Octora

    SBY Minta Mendagri Pantau Bupati Garut

    Jokowi: Mending Saya Tidak Jadi Gubernur

    Janda Bupati Garut Sebenarnya ''Ogah'' Lapor ke Polisi 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.