Skandal Seks Bos CIA, Gedung Putih Lindungi Allen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Allen

    John Allen

    TEMPO.CO, Washington - Tak ingin jadi "David Petraeus" kedua, Gedung Putih memutuskan berpihak pada Jenderal John Allen, calon Komandan NATO mendatang. Presiden AS Barack Obama menyatakan sangat percaya pada Allen, meskipun ada laporan bahwa ia saling bertukar e-mail "menggoda" dengan sosialita Jill Kelley.

    Dugaan perselingkuhan itu muncul sebagai buntut terungkapnya perselingkuhan antara Direktur CIA David Petraeus dan penulis biografinya, Paula Broadwell. Jenderal Petraeus mengundurkan diri pada Jumat pekan lalu. Jenderal Allen sejauh ini menyatakan tak melakukan kesalahan apa pun.

    "Presiden sangat percaya pada Jendral Allen dan komitmennya kepada negara serta pekerjaan yang telah dilakukannya di Afganistan," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney. Ini adalah reaksi Gedung Putih pertama sejak Jenderal Petraeus mengundurkan diri.

    Ia menyatakan  Obama "sangat puas" dengan kinerja Allen dan apa yang telah dihasilkannya. Carney juga meminta wartawan "tidak melakukan ekstrapolasi terlalu luas" tentang apakah kasus-kasus yang melibatkan Jenderal Petraeus dan Jenderal Allen kini telah menjadi "budaya" yang meluas dalam tubuh militer AS.

    Pentagon mengatakan 20 ribu hingga 30 ribu halaman dokumen Allen sedang diperiksa. Para pejabat mengatakan di antara dokumen itu "berpotensi tidak pantas" soal hubungan antara Allen dengan Kelley.

    Seorang pejabat senior AS yang telah membaca e-mail mengatakan kepada Associated Press bahwa e-mail itu relatif tidak berbahaya, meskipun bisa ditafsirkan sebagai tidak profesional dan "terlalu genit". Pejabat itu mengatakan, e-mail itu bertabur kata sweetheart dan dear, tetapi tidak menyiratkan adanya perselingkuhan fisik atau pertukaran informasi rahasia.

    Jenderal Allen, 58 tahun, mengambil alih komando pasukan koalisi di Afganistan setelah David Petraeus pindah ke CIA pada 2011. Dia dijadwalkan menjadi Panglima Tertinggi NATO di Eropa, menunggu konfirmasi Senat. Jenderal yang memimpin 68 ribu tentara AS di Afghanistan ini dijadwalkan melakukan dengar pendapat dengan Senat pada Kamis untuk peran barunya itu.

    TRIP B

    Berita terpopuler lainnya:
    Begini Cara Bos CIA Sembunyikan E-mail ke Pacarnya

    Inul Daratista: Saya Bisa Jadi Cawapres Om Haji 

    Kata Ibas Soal DPR Pemeras BUMN 

    Rhoma Dinilai Tak Layak Jadi Presiden

    Upeti BUMN ke DPR, KPK: Pembuktiannya Gampang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.