Seberapa Peran Michelle di Balik Kemenangan Obama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama dan istrinya Michelle Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Barack Obama dan istrinya Michelle Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Forbes pernah menyebut Michelle Obama lebih populer daripada suaminya dalam proses penting pemilihan presiden Amerika Serikat tahun ini. Ia banyak muncul di muka publik dengan sejumlah misi dan visinya sebagai First Lady dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan belakangan, gaya berbusana salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia tahun 2012 versi Forbes ini menjadi sorotan dan pembicaraan publik.

    Michelle memang memiliki peran penting atas kemenangan Barack Obama untuk kedua kalinya sebagai presiden Amerika Serikat ke-44. Perempuan berusia 48 tahun ini menjadi istri sekaligus salah satu tim kampanye yang gigih membantu Obama dalam merebut kembali kursi orang nomor satu di Amerika itu.

    Bahkan, pemilik nama lengkap Michelle LaVaughn Robinson ini menjadi tokoh kunci pada acara Konvensi Nasional Partai Demokrat, di Charlotte, North Carolina, Selasa malam, 4 September 2012. Di hadapan pendukung Obama, ia tak sungkan membeberkan semua hal baik masalah pribadi, keluarga, atau hal-hal yang terkait dengan Obama. Yang jelas, menurut dia, Obama tak pernah berubah, masih giat bekerja dan tetap penyayang keluarga.

    "Saya melihat langsung, menjadi presiden tak mengubah siapa Anda, tapi mengungkap siapa Anda sebenarnya," kata dia saat itu. (Baca: Obama Masih Seperti yang Dulu)

    Pidato Michelle di North Carolina rupanya berdampak luar biasa. Jagat Twitter Amerika ramai gara-gara pidatonya dan mendapat simpati positif dari publik. Bahkan, komentar-komentar di jejaring media sosial itu menjurus ke satu hal lain. Yaitu menyarankan Michelle mencalonkan diri sebagai presiden suatu hari nanti. (Baca: Karena Pidato, Michelle Obama Jadi Trending Topic)

    Berbicara di depan publik mungkin bukanlah hal yang sulit bagi Michelle yang sebelumnya bekerja sebagai pengacara di Chicago. Namun, dukungan serupa terhadap suaminya diawalinya pertama kali pada saat Konvensi Nasional Partai Demokrat 2004. Saat itu, Michelle memberikan pidato untuk mendukung Obama yang mencalonkan diri sebagai senator Amerika Serikat dari Illinois. Hasilnya, Obama sukses.

    Semakin hari, peran politik Obama semakin terlihat moncer dan keluarganya pun menjadi sorotan. Bersamaan dengan itu Michelle pun dikenal dengan gaya kampanyenya yang khas dan tanpa basa-basi, termasuk juga seleranya dalam berbusana. Pada Mei 2006, Michelle masuk dalam "25 Perempuan Paling Inspiratif di Dunia" versi majalah Essence. Soal busana, ia juga pernah masuk dalam jajaran tokoh berbusana terbaik versi majalah People Tahun 2008.

    Saat suaminya kembali mencalonkan diri menjadi presiden Amerika Serikat pada pemilihan presiden tahun 2012, melawan politikus dari Partai Republik, Mitt Romney, Michelle kembali turun gunung. Demi membantu pria yang telah dinikahinya selama 20 tahun itu, ia melakukan sejumlah perjalanan keliling Amerika, memberikan ceramah, dan tampil dalam beberapa kegiatan publik.

    Usaha Michelle tak sia-sia. Suaminya, Barack Obama, kembali memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat periode 2012-2016. First Lady ini kembali melanjutkan kerjanya mendampingi Presiden Amerika Serikat Barack Obama empat tahun ke depan.

    MUNAWWAROH | BERBAGAI SUMBER

    Berita Terpopuler
    Tangis Obama dan Ucapan Terima Kasih
    Mayat Ditemukan di Rumah Perdana Menteri Swedia

    Petraeus Kenal "Simpanan"-nya Sejak 6 Tahun Lalu

    Putri Obama Bisa Belajar dari Anak Clinton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.