Remaja Argentina Kini Bisa Mencoblos Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner. REUTERS/Jessica Rinaldi

    Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner. REUTERS/Jessica Rinaldi

    TEMPO.CO, BUENOS AIRES—Kongres Argentina Kamis 1 November 2012 sepakat menurunkan usia memilih dari 18 tahun menjadi 16 tahun. Sebelumnya, memilih saat pemilu merupakan kewajiban bagi penduduk berusia 18-70 tahun. Tetapi remaja berusia 16-17 sudah diperbolehkan memilih.

    Berkat aturan baru ini, sekitar satu juta remaja Argentina berusia 16-17 tahun kini diwajibkan memilih saat pemilu. “Ini adalah inisiatif yang sangat penting karena memperluas hak pilih warga,” kata Agustin Rossi, kepala blok pemerintah di parlemen.

    Namun pihak yang menentang aturan baru ini menuding Presiden Cristina Fernandez berusaha menjaring suara remaja agar dapat terpilih lagi pada pemilu 2013. Berdasarkan konstitusi, presiden hanya dapat dipilih untuk dua kali masa jabatan. Maka aturan ini dituding dapat membantu Fernandez kembali duduk di bangku presiden.

    Di seluruh Amerika Latin, usia untuk dapat memilih adalah 18 tahun. Tetapi beberapa negara seperti Brasil, Ekuador dan Nikaragua memberikan hak pilih kepada warga negara sejak berusia 16 tahun.

    L BBC | SITA PA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.