Israel Gempur Jalur Gaza, 5 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menggendong seorang bocah Palestina ke sebuah rumah sakit setelah serangan udara Israel di kamp Rafah di Jalur Gaza, Minggu (7/10). REUTERS/Ahmed Zakot

    Seorang pria menggendong seorang bocah Palestina ke sebuah rumah sakit setelah serangan udara Israel di kamp Rafah di Jalur Gaza, Minggu (7/10). REUTERS/Ahmed Zakot

    TEMPO.CO, Yerusalem - Jet tempur Israel menggempur wilayah Palestina, Jalur Gaza, dalam tiga serangan terpisah. Akibatnya, lima orang tewas dan puluhan lain orang terluka, berikut remaja laki-laki berusia 12 tahun.

    Menurut petugas kesehatan Palestina, serangan mesin pembunuh Negeri Yahudi itu terjadi pada Ahad petang waktu setempat, 15 Oktober 2012, di Gaza tengah di Kota Deir al-Balah. Serangan itu menewaskan dua pria yakni Izz Addin Abu Nuseira, 23 tahun, dan Ahmad Abu Fatayir, 22 tahun. Sedangkan dua lainnya cedera serius.

    Angkatan bersenjata Israel membenarkan serangan itu  seraya mengatakan target serangan mereka adalah "sekelompok teroris" yang telah menembakkan sebuah roket ke Israel dari Jalur Gaza.

    Sebelumnya, pada Ahad dini hari waktu setempat, Yasser al-Atal, seorang anggota sayap kiri Fron Populer untuk Pembebasan Palestina, tewas akibat serangan udara di sebelah selatan Kota Khan Younis. Ketika kejadian, pria 23 tahun itu mengendarai sepeda motor. Israel mengklaim bahwa dia bersiap meluncurkan roket ke wilayah Israel.

    Sedangkan pada Sabtu, Hisham al-Saedni, 43 tahun, dan Fayek Abu Jazar, 42 tahun, meninggal juga akibat dihantam serangan udara Israel ketika naik motor di sebelah utara Kota Jabaliya.

    Al-Saedni adalah anggota Dewan Syura Mujahidin, sebuah organisasi kelompok Salafi yang dituduh Israel sebagai pelaku peluncuran roket ke wilayahnya. Abu Jazar juga anggota kelompok ini.

    Menteri Kesehatan Palestina, Ahad, mengutuk aksi mematikan ini. Dia menyebut serangan Israel ini merupakan kekerasan terkutuk melawan warga sipil tak bersenjata Palestina.

    Tampak ratusan orang hadir di rumah al-Saedni di al-Bureij, Ahad, untuk turut dalam pemakaman pemimpin Salafi ini yang juga dikenal sebagai Abu al-Walid al-Maqdisi.

    Sejak dibebaskan dari penjara Gaza, September 2011, Al-Saedni jarang tampil di depan publik. "Kehidupan sang martir sangat rahasia, bahkan beliau tidak nampak berbulan-bulan termasuk pada pesta perkawinan sepupu dan saudara perempuannya," kata Abu Muhammad, saudara tiri Al-Saedni kepada kantor berita Ma'an.

    AL AKHBAR | CHOIRUL

    Berita lain:
    Dua Obat Lagi Dikaitkan Wabah Meningitis di AS

    Lukisan Van Gogh di Museum Belanda Dicuri 

    120 Napi Kabur dari Penjara Tripoli

    Obama Vs Romney: 90 Menit Paling Menentukan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.