Mesir Bunuh 20 Militan Islam di Sinai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemakaman 16 penjaga perbatasan Sinai, yang tewas diserang sejumlah pria bersenjata dua hari lalu, di Kairo, Mesir, (7/8). AP/Amr Nabil

    Suasana pemakaman 16 penjaga perbatasan Sinai, yang tewas diserang sejumlah pria bersenjata dua hari lalu, di Kairo, Mesir, (7/8). AP/Amr Nabil

    TEMPO.CO, Al-Arish - Pasukan militer Mesir dengan didukung jet tempur membunuh 20 militan di Sinai, daerah perbatasan dengan Israel, Rabu, 8 Agustus 2012. 

    Pukulan balik ini sebagai balasan Mesir terhadap serangan mematikan yang dilakukan oleh sejumlah pria bersenjata terhadap petugas keamanan di pos penjagaan. Demikian keterangan seorang komandan angkatan bersenjata di Sinai kepada Reuters, Rabu, 8 Agustus 2012.

    "Kami telah sukses memasuki Desa al-Toumah untuk membunuh 200 teroris dan menghancurkan tiga mobil perang milik para teroris. Operasi ini akan terus berlangsung," kata pejabat Mesir.

    Serangan militer ini dilakukan menyusul gempuran bedil para lelaki bersenjata, Ahad, 5 Agustus 2012 yang menewaskan 16 penjaga perbatasan. Pemerintah menuduh aksi itu dilakukan oleh militan Islam. "Kami menerima informasi bahwa kelompok militan berada di Desa al-Toumah," kata komandan militer.

    Menurut laporan televisi pemerintah Ahram yang dilansir ke dalam website, serangan udara militer Mesir berlangsung di Kota Sheikh Zouaid, Rabu, 8 Agustus 2012 menyusul kematian 16 penjaga perbatasan akibat diserbu oleh sejumlah pria bersenjata yang identitasnya belum diketahui.

    Saksi mata di Sheikh Zouaid, sekitar 10 kilometer dari Gaza, mengatakan mereka melihat dua jet tempur militer mengudara dan mendengar suara ledakan. Saksi mata lainnya di dekat kawasan tersebut mengatakan mereka melihat tiga mobil dihantam bom.

    Menurut laporan wartawan Reuters dan televisi pemerintah, serbuan pasukan keamanan Mesir ini menyusul bentrok bersenjata antara sejumlah pria bersenjata dengan pasukan keamanan di pos penjagaan di Sinai. Para pria itu menembaki pos penjagaan di Al-Arish dan di dekat Kota Rafah yang berbatasan dengan Israel. 

    Akibat serbuan yang berlangsung Selasa malam waktu setempat, 7 Agustus 2012, 16 petugas keamanan tewas, juga enam orang lainnya yang terdiri atasi dua petugas kepolisian, tiga anggota militer, dan seorang warga sipil. "Kondisi warga sipil dalam keadaan kritis," kata sumber. Pabrik semen di Sinai milik militer tak luput pula dari serangan. Dua pria yang diduga melakukan penyerangan dilaporkan telah ditahan pihak keamanan.   

    REUTERS | CHOIRUL

    Berita internasional lainnya:
    Saudi: Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Muslim
    Iran Janji Tak Akan "Tinggalkan" Suriah

    Pria Penyerang Kuil Sikh Bekas Serdadu Rasis

    Masjid di Missouri Terbakar, FBI Turun Tangan

    Boneka ''Seksi'' Jadi Rambu Lalu Lintas di Cina 

    Alasan Hijab Membelot Demi Berkah Revolusi Suriah

    Serangan Mematikan di Gereja Nigeria, 15 Tewas

    Marty: Israel Tak Berani Hadapi Kenyataan

    AS: Rezim Suriah Tinggal Menghitung Hari

    Banjir Melanda Manila


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.