'Tarzan Kota' Itu Ternyata Bocah Sakit Jiwa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ray

    Ray

    TEMPO.CO , Berlin - Warga Kota Berlin, Jerman, sempat disita perhatiannya pada seorang remaja yang tiba-tiba muncul di Balai Kota dan tak bisa berbahasa selain Inggris. Ia mengaku selama lima tahun terakhir hidup terasing di hutan.

    Setelah selama sembilan bulan gagal mengungkap jati diri Ray, nama "Tarzan Kota" itu, polisi Berlin memutuskan mempublikasi foto-fotonya. Upaya ini, di luar dugaan, membuahkan hasil.

    Seorang gadis mengaku sebagai mantan pacarnya menghubungi polisi. Ia menyatakan Ray bukan bocah lagi, tapi pemuda berusia 20 tahun dan berasal dari Belanda yang dinyatakan hilang pada September tahun lalu.

    "Tak diragukan lagi itu Robin," katanya. "Dia memiliki problem personal dan dia ingin memulai kehidupan baru."

    Robin terakhir terlihat di Hengelo pada 2 September, kemudian pergi ke Jerman bersama rekannya, hanya beberapa hari sebelum ia muncul di Balai Kota dan mengaku sebagai "anak hutan".

    Media Belanda, juga radio resmi pemerintah NOS, menyebut nama asli Ray adalah Robin van Helsum. Polisi Berlin menyatakan dari data yang dikemukakan faktanya sama persis.

    Ray mengejutkan publik ketika tiba-tiba muncul di Balai Kota Berlin. Ia mengaku berjalan dari hutan tempatnya tinggal selama berhari-hari. Anak itu mengatakan kepada pihak berwenang ayahnya memanggilnya "Ray" dan bahwa ia lahir pada 20 Juni 1994, tapi mengklaim tidak tahu nama keluarganya atau dari mana dia berasal.

    Kepada polisi Ray mengaku bersama ayahnya mengembara ke hutan sepeninggal ibunya. Dengan bermodal peta dan kompas, mereka tinggal di tenda atau gua.

    Penyidik ​​tidak mampu mengkonfirmasi pemerincian apa pun tentang kecelakaan mobil fatal yang cocok dengan cerita Ray. Juga belum mampu menemukan mayat sang ayah, sehingga mereka meragukan pengakuan Ray. "Ada banyak tanda tanya," kata juru bicara kepolisian Berlin, Thomas Neuendorf, saat itu.

    Menanggapi temuan identitas Ray, polisi Jerman belum menentukan sikap. Yang pasti, akan ada konsekuensi hukum yang akan diterimanya. "Lelucon ini sudah selesai," kata pejabat kepolisian Berlin, Michael Maass, kepada Die Welt. "Ini kebohongan, akan membawa pelakunya untuk membayarnya."

    TRIP B | DER SPIEGEL

    Berita Lainnya
    Inilah ''Tarzan Modern'' yang Nyasar Hingga Berlin
    Ketika Anjing Menyusui Macan

    Calon Penari Ini Jatuh dari Lantai 6 dan Selamat

    Profesor Ini Siang Mengajar, Malam Jadi PSK

    Sekolah Ini Muridnya Bicara dalam 31 Bahasa

    Perancang Chanel Hadiahi Kucingnya Sebuah iPad



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?