7 Tugas Berat Hollande

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Perancis Francois Hollande. AP/Christophe Ena

    Presiden Perancis Francois Hollande. AP/Christophe Ena

    TEMPO.CO , Paris -Francois Hollande resmi menjadi presiden Prancis usai mengambil sumpah pada sebuah tradisi upacara di Istana Elysee, Paris, Selasa 15 Mei 2012. Dialah presiden dari Sosialis dalam sejarah modern Prancis setelah Francois Mitterrand yang menjabat pada 1981-1995 lalu. 

    Hollande mengemban tugas kepresidenan di tengah gelombang kebangkitan sentimen kalangan kiri di tengah krisis utang Eropa dan protes-protes anti pasar bebas di seluruh dunia.

    Hollande, 57 tahun, terpilih untuk masa jabatan lima tahun pada awal bulan ini setelah para pemilih Prancis mendebak incumben Nicolas Sarkozy hanya satu periode. Hollande malam ini meninggalkan Paris untuk upaya diplomatik pertamanya ke Berlin, dimana dia akan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dalam sebuah perundingan kritis soal kebijakan penghematan dan pertumbuhan di Eropa.

    Saat kampanye dia getol menyuarakan sejumlah janji-janji radikal. Tetapi dia secara hati-hati bakal mengawal agendanya dan catatan politiknya menunjukkan bahwa setelah dia bersumpah, dia tampaknya ke arah pembangun konsensus moderat yang telah menjadi karakterisasi dalam karirnya.

    Sinyal asap pertama akan muncul tatkala dia menunjuk seorang perdana menteri. Seperti beredar di antara tim kampanye dan media Prancis, diprediksi jabatan itu akan jatuh ke figur kiri-tengah Jean-Marc Ayrault, seorang politisi kawakan dan anggota legislatif dengan semangat revolusioner. 

    "Saya pikir dia akan diangkat, ya," ujar Jean-Pierre Jouyet, Kepala Pengawas Pasar Finansial AMF dan kawan kampus Hollande kepada Radio Prancis, Selasa, 15 Mei 2012. Beberapa tugas berat Hollande yang sudah menantinya adalah

    AGENDA MERKEL
    Kanselir Angela Merkel dan mantan Presiden Nicolas Sarkozy berperan penting dalam penyusunan perjanjian fiskal zona euro untuk mengekang pengeluaran pemerintah melebihi anggaran. Hollande, presiden Sosialis pertama Prancis sejak 1995, memang ingin menegoisasi ulang pakta itu dengan menyuntikkan seruan untuk langkah-langkah pertumbuhan. Tak aneh, beberapa jam setelah mengambil sumpah, Hollande terbang ke Berlin untuk menemui Angela Merkel.

    PEMOTONGAN GAJI PRESIDEN
    Daftar tugas Hollande salah satunya mudah: Pemotongan gaji presiden dan menteri-menteri negara hingga 30%.

    MEMATOK HARGA BAHAN BAKAR MINYAK
    Publik marah besar atas melonjaknya harga bahan bakar minyak mendekati 2 euro perliter (US $ 10,40 per galon). Selama kampanyenya, Hollande menjanjikan membekukan selama tiga bulan harga BBM dan menyarankan bahwa perusahaan-perusahaan minyak -seperti Total SA, salah satu pembayar pajak terbesar Prancis- dan distributor gas harus memakan kerugian dari ujungnya. 

    KENAIKAN PAJAK PARA ORANG KAYA
    Janji kampanye Hollande yang paling menyolok mata adalah membuat orang yang berpendapatan 1 juta euro (US $ 1,4 juta) atau lebih pertahun, menyerahkan 75 persen dari itu sebagai pajak penghasilan.

    PENURUNAN USIA PENSIUN
    Sarkozy sempat bertempur dengan serikat-serikat buruh untuk menaikkan minimum pensiun dari usia 60 tahun ke 62 tahun. Para pakar ekonomi menyebutkan kebijakan itu sebuah reformasi yang krusial untuk menurunkan utang-utang Prancis.

    KELUAR DARI AFGANISTAN
    Dia berjanji mempercepat penarikan tentara Prancis yang berjumlah 3400 orang dari Afganistan. Ditarik pulang seluruhnya pada akhir tahun 2012.

    LEGALISASI PERNIKAHAN GAY
    Para pengacara hak-hak gay merayakan komitmen Hollnade untuk mengesahkan pernikahan gay dan adopsi. Ini tertantang oleh lontaran Presiden Amerika Serikat Barack Obama baru-baru ini soal isu itu.

    AP | Reuters | Asiaone | Dwi Arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.