Presiden Baru Prancis Kembali 'Ledek' Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Francois Hollande, saat berkampanye untuk pemilihan presiden 2012 Perancis, di Lorient, 23-04, 2012. REUTERS/Laetitia Notarianni

    Francois Hollande, saat berkampanye untuk pemilihan presiden 2012 Perancis, di Lorient, 23-04, 2012. REUTERS/Laetitia Notarianni

    TEMPO.CO , Paris - Presiden terpilih Prancis,  Francois Hollande, kembali meledek Inggris. Kali ini, ia menyebut negara itu memperlakukan Eropa bak restoran swalayan. Sebelumnya, ia menyebut dirinya sebagai 'musuh finansial' Inggris.

    Hollande disebut-sebut memiliki 'dendam tersembunyi' pada Perdana Menteri Inggris, David Cameron. Pangkalnya, adalah ia pernah dilecehkan saat berkunjung ke London awal tahun ini.

    Saat situs berita Slate menanyakan apakah ia akan mengunjungi Inggris setelah dilantik menjadi presiden, ia menjawab cepat, "Pasti, secepatnya," katanya.

    Hollande membuat merah kuping Inggris saat menyebut negara ini memiliki obsesi untuk melindungi London dari 'pengaruh legislasi Brussels', mengacu pada kebijakan zone Euro dalam melakukan langkah antisipasi meluasnya krisis yang diputuskan di kota itu.

    "Mari kita mengakui bahwa Inggris telah sangat pemalu menjawab pertanyaan tentang regulasi keuangan dan hanya peduli dengan kepentingan mereka, maka mereka memilih diam pada pembentukan pajak transaksi keuangan dan harmonisasi fiskal Eropa," katanya.

    Ia menambahkan, negara itu tak pernah menaruh sedikitpun keprihatinan pada zona euro. Hollande mengacu pada omongan Cameron yang menyebut mata uang tunggal Eropa tengah berada dalam 'kesulitan yang ekstrem'. Ia menyindir, Inggris tak semestinya berkomentar karena selama ini tak acuh terhadap nasib zone euro, "Mereka hanya peduli pada kepentingan kota (negara)-nya. Mereka memperlakukan Eropa bak restoran swalayan," katanya.

    TRIP B | DAILY MAIL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.