Pakai Facebook, Dua Pemuda Rusuh Inggris Divonis 4 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat kepolisian Inggris turun ke lokasi kerusuhan di Croydon, Londong Selatan (8/8). REUTERS/Dylan Martinez

    Aparat kepolisian Inggris turun ke lokasi kerusuhan di Croydon, Londong Selatan (8/8). REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO Interaktif, London - Dua pemuda asal Inggris dijatuhi hukuman masing-masing empat tahun penjara lantaran terbukti menggunakan situs jejaring sosial Facebook untuk menghasut dan menyulut kerusuhan di Inggris.

    Laman Daily Mail, Rabu 17 Agustus 2011, menulis mereka yang diadili di Pengadilan Chester Crown Inggris itu adalah Jordan Blackshaw, 20 tahun, dan Perry Sutcliffe, 22.

    Sutcliffe didakwa menyiapkan halaman Facebook berjudul Kerusuhan Warrington yang mendesak sekitar 400 perusuh berkumpul di bagian barat laut kota pada 10 Agustus.

    Adapun Blackshaw membuat sebuah halaman untuk mendorong orang turun ke jalanan di Kota Northwich pada 9 Agustus. Keduanya ditangkap setelah ada laporan warga.

    Hakim Pengadilan Chester Crown Elgan Edwars mengatakan tersangka telah melakukan tindakan yang memalukan. "Ini terjadi pada saat kegilaan kolektif mencengkeram bangsa," katanya.

    Sedikitnya 1.300 orang telah didakwa terkait dengan kerusuhan Inggris. Pengadilan-pengadilan di Inggris menggunakan prosedur jalur cepat untuk menyeret tersangka kerusuhan secepat mungkin ke meja hijau.

    Pekan lalu kerusuhan yang meletup di Ibu Kota London, Inggris, telah mengejutkan dunia. Berita penjarahan, pembakaran, dan perusakan itu menjadi berita utama pelbagai media di berbagai negara.

    Perdana Menteri Inggris David Cameron pada Selasa 9 Agustus 2011 menerjunkan 16 ribu polisi untuk mengatasi kerusuhan yang terus menjalar ke Liverpool, Birmingham, Bristol, Nottingham, Leeds, dan Manchester.

    Bahkan majalah mingguan asal Jerman Der Spiegel bahkan menyamakan situasi di London saat itu dengan Ibu Kota Mogadishu, Somalia. “Sulit membayangkan itu bisa terjadi. Gambar-gambar (kerusuhan) itu bukan dari Somalia, tapi di London, tepat di jantung Eropa. Dan kami tidak akan pernah melupakan itu,” tulis Der Spiegel.

    Aparat kepolisian dan politikus menuding situs mikroblog Twitter, Facebook, dan layanan BlackBerry Messenger digunakan sebagai alat penyebaran penghasutan.

    RUDY I BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.