Pipa Gas Alam Mesir ke Israel Meledak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur distribusi pipa gas alam Mesir di utara Sinai ke Israel meledak. Foto: nytimes.com

    Jalur distribusi pipa gas alam Mesir di utara Sinai ke Israel meledak. Foto: nytimes.com

    TEMPO Interaktif, Kairo - Jalur distribusi pipa gas alam Mesir di utara Sinai ke Israel meledak, Selasa, 12 Juli 2011. Demikian keterangan pejabat keamanan seperti dikutip kantor berita MENA.

    Televisi Neil dalam siarannya melaporkan bahwa kobaran api yang ditimbulkan oleh ledakan itu membumbung tinggi hingga terlihat sejauh 20 kilometer dari kota Al-Arish. Hingga saat ini, penyebab ledakan atau kerusakan pipa gas belum diketahui.

    Namun MENA, tanpa menyebutkan sumbernya, mengatakan ledakan itu kemungkina karena sebuah serangan yang sengaja ditujukan ke stasiun gas alam di kawasan tersebut untuk menghambat ekspor gas alam Mesir, termasuk suplai ke Israel. Selain ke Israel, Mesir juga menjual gas alamnya ke Yordania dan sejumlah negara lainnya.

    MENA menambahkan, sejumlah kendaraan pemadam kebakaran tampak mencoba memadamkan api. Di sisi lain, pasukan keamanan Mesir memburu penanggung-jawab serangan. Akibat ledakan itu, jelas MENA, seorang petugas keamanan dan keluarganya cedera.

    Sementara itu, dalam laporannya mengutip keterangan kantor berita Mesir, Al Jazeera menyebutkan insiden ledakan pipa gas alam itu disebabkan oleh serangan oleh sejumlah pria bersenjata terhadap terminal pipa gas yang menyuplai kebutuhan Israel dan Yordania. Pipa gas ini merupakan penyuplai 40 persen kebutuhan Israel. Hingga saat, ini belum ada yang mengaku bertanggung-jawab atas ledakan tersebut.

    Ledakan pipa gas di Sinai untuk jalur ke Israel dan Yordania ini merupakan serangan keempat pada tahun ini. Serangan pertama terjadi pada 5 Februari, disusul pada 27 April, dan 4 Juli 2011.

    REUTERS | AL JAZEERA | CA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.