Salim Said: Serangan AS ke Irak Terganjal Dua Hambatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ada dua hambatan besar menghadang rencana penyerangan preventif AS ke Irak. Hambatan tersebut adalah resolusi PBB dan penentangan dari masyarakat AS sendiri. “Meski sudah disetujui oleh elit politik mereka, bukan berarti masyarakat AS akan sepakat,” ujar pengamat politik Internasional, Salim Said, dalam talk show ‘Dunia Melawan Perang Bush,’ Sabtu (12/10). Mengenari resolusi PBB, Salim menyebut bahwa pemerintahan Bush masih harus menghadapi 3 negara lain yang juga memiliki hak veto, yaitu Rusia, Perancis, dan Cina yang notebene tidak mendukung rencana AS. Ini bisa menjadi penghalang penyerangan AS ke Irak. Yang ke dua adalah reaksi masyarakat AS yang makin lama makin besar menentang rencana presidennya menyerang Irak. Salim juga menganalisa kekuatan penentangan Rusia, Perancis,dan Cina terhadap rencana AS dan Inggris. Menurut dia, penentangan itu sesungguhnya berkait dengan kepentingan dunia dan kepentingan ketiga negara tadi. Disebutkan, kepentingan Perancis adalah negara itu masih memiliki hubungan khusus dengan Irak. Sementara, Rusia masih berpiutang banyak kepada Irak. “Kalau Sadam digulingkan, siapa yang bayar hutang,” ujar Salim. Bagi ekonomi dunia, serangan AS ke Irak diyakini bakal mengacaukan perekonomian dunia. Bagi negara industri seperti Jepang, jika minyak dari Timur Tengah tidak mengalir ke negara tersebut, maka bisa dipastikan perekonomiannya akan hancur. “Jadi, soal ini masih kita lihat dalam proses tawar-menawar antar mereka untuk melihat mengenai jadi atau tidaknya serangan itu,” kata Salim, pada Tempo News Room. Seandainya serangan itu terlaksana, lanjut Salim, Irak pasti tak akan tinggal diam. Begitu diserang, reaksi pertamanya, negara itu akan menyerang Israel. Dan, Israel dalam keadaan terdesak akan berbuat macam-macam. “Ia bisa mengirimkan bom atomnya ke Irak. Dan, ini akan mengacaukan seluruh dunia, terutama lalu-lintas minyak dunia,” katanya. Selanjutnya, dalam beberapa minggu pasca penyerangan, negara-negara industri yang tergantung pada pasokan minyak dunia akan kacau balau. Jika itu terjadi, kekacauan ekonomi dunia bakal tercipta. Dan, tidak ada negeri di dunia yang bisa lolos dari dampak ini, termasuk Indonesia. (Fitri Oktarini--Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.