Kedutaan Besar AS Pastikan Obama Datang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama. AP/Susan Walsh

    Barack Obama. AP/Susan Walsh

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Presiden Amerika Serikat Barack Obama dipastikan mendarat di Jakarta, Selasa (9/11). Menurut juru bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Paul Belmont Presiden Obama akan datang sesuai jadwal yang telah direncanakan. 

    "Saya sadar beberapa hari belakangan ada spekulasi yang berkembang, presiden Obama batal karena adanya letusan Merapi dan dibatalkannya sejumlah penerbangan," ujar Belmont. "Tapi presiden akan datang besok sesuai jadwal." 

    Sedangkan keluarga Barrack Obama di Indonesia hingga saat ini belum mendapat kepastian apakah mereka bisa menemui orang nomor satu Amerika Serikat ini. Obama direncanakan datang ke Jakarta esok (9/11). 

    Keluarga mengharapkan pasukan pengaman presiden (Paspampres) akan memberi kepastian esok hari. "Mungkin ada pertemuan dengan Barry, tetapi dilihat dari waktunya," kata Nugie Nugraha saat dihubungi Tempo melalui telepon, Senin (8/11). Nugie sendiri adalah anak Dien Susilo, kakak Lolo Soetoro, ayah tiri Obama.

    Menurut Nugie, keluarga memaklumi padatnya jadwal Obama. Masalah keamanan juga menjadi pertimbangan utama keluarga tidak berharap terlalu banyak. "Kemungkinan kami akan mendatanginya di hotel. Yang penting bisa ngobrol, nostalgia dan mungkin makan bareng," katanya.

    Nugie, yang hingga sore ini masih bekerja di Cirebon, menambah para kerabat baru akan berkumpul besok pagi di Jakarta. 

    Obama dikabarkan hanya akan berada di Indonesia selama sekitar 24 jam, tepatnya mulai besok (9/11) hingga Rabu (10/11).  Selain berpidato pada hari Rabu (10/11) pukul 9.30 di Balairung Universitas Indonesia, Obama dikabarkan akan berpidato mengenai pluralisme di area Mesjid Istiqlal dan bertemu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.

    VOA | ARYANI KRISTANTI | PGR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.