Obama Desak India-Pakistan Akur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obama di India. (AP Photo/Charles Dharapak

    Obama di India. (AP Photo/Charles Dharapak

    TEMPO Interaktif, New Delhi-Presiden Amerika Serikat Barack Obama kemarin menyeru India untuk meningkatkan upaya-upaya damai dengan Pakistan yang menjauh sejak serangan teroris Mumbai pada 2008. Hubungan kedua negara adalah faktor krusial atas kesulitan dalam upaya memenangi perang di Afganistan.

    Dalam hari kedua lawatan resmi ke India, Obama menghadapi keadaan sulit dalam mengembangkan hubungan diplomatik dengan kekuatan global yang terus meningkat. Pada saat bersamaan, membantu Pakistan dengan miliaran dolar dan mempromosikan perdamaian yang lebih luas di Afganistan.

    Lawatan bagian pertama Obama ke Asia selama 10 hari dianggap sebagai pergerakan Amerika Serikat lebih dekat ke India karena Washington mencoba menghidupkan kembali melemahnya ekonomi dan mengumpulkan dukungan buat menekan Cina soal kebijakan mata uangnya. Tapi kemarin India cemas soal dominasi Pakistan.

    “Harapan saya, dengan berjalannya waktu, kepercayaan (mesti) dikembangkan di antara dua negara, bahwa dialog dimulai, mungkin pada isu-isu yang kurang kontroversial, berlanjut ke isu-isu yang lebih kontroversial,” kata Obama kepada para mahasiswa di bawah terik matahari siang kemarin. “Ada lebih banyak warga Pakistan tewas oleh teroris di dalam Pakistan ketimbang kemungkinan di tempat lain.”

    Saat lawatan Obama terutama soal peningkatan perdagangan dengan India, masalah-masalah stabilitas regional di Asia Selatan mendominasi pertemuan mahasiswa tersebut. Obama menjawab sejumlah pertanyaan di kampus St. Xavier, sebuah lembaga Yesuit di Mumbai.

    Seorang mahasiswi bertanya menantang Obama atas dukungan Amerika Serikat ke Pakistan. Dijawabnya, “Saya harus mengakui saya sudah menduga (pertanyaan itu).” 
    India menuduh Pakistan mendukung kelompok militan dan mengklaim elemen-elemen di Pakistan berada di belakang serangan teroris Mumbai pada 2008. Saat itu para pria bersenjata yang berbasis di Pakistan membunuh 166 orang. New Delhi langsung menghentikan perundingan damai dengan Pakistan, meskipun ada beberapa pertemuan tingkat tinggi tahun lalu yang mayoritas gagal.

    “Investasi India dalam pembangunan di Afganistan patut dihargai,” ujar Obama. “Pakistan harus menjadi mitra dalam proses ini. Faktanya semua negara di kawasan ini mesti bermitra. Kami tak berpikir kami bisa melakukannya sendirian.”

    India pernah memberi bantuan US$ 1,3 miliar ke Afganistan, satu kebijakan yang membuat bingung tetangganya Pakistan, seperti menanam pengaruh di punggung utara negeri itu. India ingin stabilitas untuk menghentikan negeri itu dipakai para militan Islam anti-India.

    Obama akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Korea Selatan, dan Jepang dalam lawatan kali ini yang menunjukkan Washington menekan negara-negara secara unilateral yang menurunkan mata uangnya buat melindungi ekspor. Ini tema top KTT Kepala Negara G-20 yang digelar di Seoul pekan ini.


    Reuters | Guardian | AP | dwi arjanto




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.