Ketegangan Bayangi KTT APEC dan G-20  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • APEC. AP Photo/Itsuo Inouye

    APEC. AP Photo/Itsuo Inouye

    TEMPO Interaktif, Tokyo-Menjelang pelaksanaan konferensi tingkat tinggi ekonomi di Asia pekan depan, situasi politik di kawasan ini terus menegang. Seperti dilaporkan kemarin, kondisi ini bahkan dikhawatirkan dapat menggerogoti upaya persatuan dalam memperbaiki ekonomi global. 

    Di Semenanjung Korea, ketegangan masih meningkat, terutama berkaitan dengan penenggelaman kapal perang Korea Selatan oleh tetangganya, Korea Utara, awal tahun ini. Padahal salah satu negara, yakni Korea Selatan, di Seoul, akan menjadi tempat berkumpulnya para pemimpin negara-negara ekonomi maju. Mereka berkumpul pada Kamis dan Jumat mendatang untuk menghadiri KTT G-20.

    Situasi tak jauh berbeda terjadi di Jepang. Negara Matahari Terbit, yang akan menjadi tuan rumah KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), yang juga berlangsung pekan depan, bersitegang dengan Cina dan Rusia gara-gara masalah teritorial. Ketiga negara itu disebut-sebut memendam dendam. Bahkan sengketa tersebut sudah mendorong kejatuhan ekonomi. 

    Kendati belum diagendakan secara resmi, pembahasan masalah aktivitas Cina yang meningkat--baik aktivitas maritim, pertumbuhan penguasaan ekonomi dan politik, maupun ketegangan dengan Washington berkaitan dengan kebijakan barunya--tampaknya akan mendominasi pertemuan antarkepala negara di sela KTT. Meskipun di permukaan terlihat ekonomi memang akan menjadi agenda utama pertemuan. 

    "Masalah-masalah itu membayang-bayangi KTT. Pertanyaan meningkat tentang apakah mereka akan sukses," kata Presiden East-West Center Charles Morrison di Honolulu, Amerika Serikat. "Banyak yang berkaitan dengan pertumbuhan peranan Cina di dunia serta bagaimana dunia membenarkan Cina sebagai pemain terbesar dalam bidang ekonomi, politik, dan militer."

    Di KTT G-20, sekitar separuh dari pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama, akan hadir. Kepala negara lainnya yang hadir di antaranya dari Jerman, India, dan Brasil. Mereka akan membahas antara lain upaya menghindari krisis keuangan global lainnya. Pertemuan tingkat kepala negara ini merupakan yang kelima sejak mereka berkumpul pada 2008. 

    NPR | REUTERS | SUNARIAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.