Amerika Jual Senjata ke Saudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter AH-64 Delta Apache Longbow milik Angkatan bersenjata Amerika Serikat.  AP/The Courier, Eric S. Swist

    Helikopter AH-64 Delta Apache Longbow milik Angkatan bersenjata Amerika Serikat. AP/The Courier, Eric S. Swist

    TEMPO Interaktif, Washington -Amerika Serikat kemarin memastikan penjualan senjata militer kepada Arab Saudi. Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Andrew Shapiro menyebutkan transaksi bernilai US$ 60 miliar ini merupakan kulakan terbesar persenjataan militer dalam sejarah Amerika Serikat. "Guna mendukung peran kami dalam keamanan di kawasan tersebut," ujarnya. 

    Kesepakatan yang dilaksanakan secara bertahap dalam 15-20 tahun ke depan ini meliputi penjualan 84 unit jet tempur F-15 dan peremajaan sejumlah pesawat perang milik Saudi, sekutu dekat Amerika Serikat di Timur Tengah. Transaksi "babon" itu juga mencakup penjualan 178 helikopter--Apache, Blackhawks, dan Little Bird. Plus rudal, bom, dan sistem radar. 

    "Kesepakatan ini membantu Saudi dalam memenuhi kebutuhan keamanan mereka," ujar Shapiro. Bersamaan dengan itu, Israel juga memesan jet tempur supercanggih, F-35. Lebih dari 100 unit jet tempur antiradar ini akan tiba di Israel pada 2015, bersamaan dengan pengiriman ke Saudi, dan sejumlah negara lain di kawasan Teluk. 

    Peneliti Institut Riset Perdamaian Internasional, Pieter Wezeman, mengatakan transaksi gede-gedean ini merupakan siasat Amerika Serikat dalam merespons sepak terjang Iran di kawasan. "Arab Saudi bak penopang di antara Israel dan Iran," tutur peneliti militer pada lembaga think thank militer yang berbasis di Swedia tersebut. 

    Wezeman ada benarnya. Belum lama ini Venezuela dan Iran mencapai kata sepakat dalam sejumlah perjanjian kerja sama yang mencakup pembangunan nuklir. Kedua pemimpin negara ini dikenal luas frontal terhadap Washington. Pada Agustus lalu, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, misalnya, memamerkan pesawat pengebom yang dijuluki Duta Besar Kematian.

    Bukan cuma itu. Iran juga sukses membuat misil Sajjil, yang diklaim mampu mencapai sasaran sejauh 2.000 kilometer--Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk. Garda Revolusi Iran juga ditunjang tiga kapal selam yang bisa beroperasi di perairan-perairan dangkal tempat armada kelima Amerika Serikat beroperasi. 

    Karena itu, Wezeman kembali memastikan bahwa penjualan senjata ke Saudi ini demi mempertahankan kawasan dari kemungkinan serangan Iran. "Tentu saja mereka tak akan bilang seperti itu," katanya. Wezeman mencatat ada lebih dari 50 delegasi yang berasal dari pelbagai firma pertahanan dan ruang angkasa yang melawat ke Uni Emirat Arab. 

    "Sementara bujet pertahanan Amerika cekak, negara-negara Teluk justru berlimpah," ujar Wezeman. Meski begitu, peneliti pada Economist Intelligence Unit, Jane Kinnimont, ragu senjata-senjata itu mampu menjawab tantangan Garda Revolusi Iran. "Mereka semuanya bekas pejuang Perang Iran-Irak," katanya. "Jujur saja, mereka sudah lebih teruji." l AP | CNN | AL-AHRAM | ANDREE PRIYANTO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.