Presiden RMS: Jangan Takut, Paling Kami Hanya Demo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Wattilete

    John Wattilete

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Meski tengah mengajukan permohonan penangkapan, Presiden Republik Maluku Selatan di pengasingan, John Wattilete mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhyono tidak perlu ragu untuk datang ke Belanda. Presiden Yudhyono akan diterima baik-baik.

    "Jangan takut, kami tidak akan apa-apakan. Paling-paling kami hanya demo, seperti yang sudah direncanakan," kata Wattilete seperti dikutip dari radio Nederland.

    Presiden Yudhoyono memutuskan untuk membatalkan kunjungannya ke Belanda kemarin. Menurutnya, ada pergerakan yang menuntut permasalahan Hak Asasi Manusia di Indonesia ke Pengadilan di Den Haag. "Yang menuntut organisasi yang didalamnya ada RMS (Republik Maluku Selatan)," kata Yudhoyono

    Presiden mengatakan ancaman keamanan kunjungan kepala negara adalah hal biasa. Namun dia tidak dapat menerima adanya tuntutan pengadilan internasional yang mencakup penangkapan Presiden RI. "Kalau sampai digelar pengadilan, (ini) menyangkut harga diri sebagai bangsa," kata Yudhoyono dengan suara serak dan bergetar.

    Pada hari ini dilangsungkan sidang kilat gugatan yang diajukan pemerintah RMS terhadap pemerintah Belanda. Mereka menuntut agar pemerintah Belanda menahan dan mencabut hak imunitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Sidang ini juga dihadiri janda almarhum Chris Soumokil, presiden RMS yang dihukum mati di Indonesia tahun 1965. Nyonya Soumokil menuntut agar pemerintah Belanda menanyakan kepada Presiden SBY di mana kuburan suaminya. "Itu bukan hanya hak saya dan anak saya, tetapi juga bangsa Maluku untuk mengetahuinya," ujarnya.

    POERNOMO GR I RNW



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?