Hubungan Den Haag-Jakarta Seperti Kulit Telur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur Upacara memeriksa pasukan pada Upacara Peringatan ke-65 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2010 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (5/10). TEMPO/Subekti

    Inspektur Upacara memeriksa pasukan pada Upacara Peringatan ke-65 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2010 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (5/10). TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Kementerian Luar Negeri Belanda belum memberikan sikap resmi atas pembatalan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, dalam wawancara dengan Radio Nederland mantan Menteri Luar Negeri Belanda, Ben Bot sangat berharap Presiden Yudhoyono tetap datang, bila perlu dipersingkat.

    Menurut Bot, kejadian ini menggambarkan hubungan antara Den Haag-Jakarta. "Hubungannya baik, tapi hubungan ini seperti berjalan di atas kulit telur," kata Ben Bot dalam percakapan lewat telpon dengan Duta Besar RI untuk Belanda, JE Habibie.

    Bon menambahkan pemerintah Belanda harus menjelaskan bagaimana sikap Belanda terhadap RMS. Menurutnya, aksi RMS hanya didukung minoritas orang Maluku di Belanda dan RMS sebenarnya bukan sebuah isu lagi.

    Presiden Yudhoyono memutuskan untuk membatalkan kunjungannya ke Belanda. Dalam konferensi pers di Halim Perdana Kusuma, Yudhoyono mengumumkan pembatalan ini. "Ada perkembangan situasi di Belanda yang mengharuskan saya ambil sikap dan keputusan demi kepentingan kita," ujarnya di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (5/10).

    Dia mengatakan pembatalan dilakukan di jam-jam terakhir. Menurutnya, ada pergerakan yang tuntut permasalahan Hak Asasi Manusia di Indonesia ke Pengadilan di Den Haag. "Yang tuntut organisasi yang didalamnya ada RMS (Republik Maluku Selatan)," kata Yudhoyono.

    Presiden mengatakan ancaman keamanan kunjungan kepala negara adalah hal biasa. Namun dia tidak dapat menerima adanya tuntutan pengadilan internasional yang mencakup penangkapan Presiden RI. "Kalau sampai digelar pengadilan, (ini) menyangkut harga diri sebagai bangsa," kata Yudhoyono dengan suara serak dan bergetar.

    POERNOMO I REZA I RNW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.