Muslim AS Siapkan 200 Ribu Al-Quran Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terry Jones. AP/John Raoux

    Terry Jones. AP/John Raoux

    TEMPO Interaktif, New York -Umat Muslim Amerika Serikat menyediakan 200 ribu Al-Quran baru untuk menggantikan 200 Al-Quran yang bakal dibakar pada Hari Pembakaran Al-Quran, 11 September mendatang.

    Kampanye berjudul "Learn, Don't Burn" itu digulirkan Dewan Hubungan Islam Amerika atau CAIR dengan membagi-bagikan Al-Quran mulai besok sampai Sabtu. Kitab suci Islam itu dibagikan gratis diberbagai kota besar AS, seperti Washington DC.

    "Untuk mereka yang mau melakukan langkah proaktif atas tindakan sebuah gereja yang bertentangan dengan nilai Amerika," ujar Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad, Kamis (9/9). Dia mengatakan kelompok yang dipimpin Pendeta Terry Jones itu sebagai grup ekstrimis yang tidak merepresentasikan masyarakat AS.

    Rencana Pendeta Jones membakar Al-Quran terus mendapat tentangan. Mulai dari berbagai lapisan masyarakat, petinggi militer, sampai Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

    Namun dia cuek bebek. "Kami cuma membakar buku," ujar Jones. "Bukan membunuh orang."

    Tekanan dari Panglima AS di Afganistan, Jenderal David Patraeus tidak menghalangi langkahnya. Jenderal Patraeus mengatakan tindakan kontroversial itu bisa membahayakan keselamatan 120 ribu pasukan AS di Negeri Mullah.

    "Jenderal itu harusnya menyalahkan golongan Islam radikal," kata Pendeta Jones dalam wawancara di CNN. "Bilang ke mereka untuk berhenti dan kami tidak akan menyerah kepada mereka."

    Pendeta dari Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida itu membakar Al-Quran untuk mengenang ribuan korban Tragedi 11 September, sembilan tahun lalu. Dia menuding Islam, lewat Al-Quran, mengajarkan kekerasan.

    Meski menyatakan tidak setuju, Pemerintah AS tidak berdaya menghentikan kampanye gila ini. Sebab, setiap warga AS memiliki kebebasan mengungkapkan pendapat yang dilindungi Undang Undang Dasar negara itu.

    CNN | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.