Topan Kompasu Terjang Korea  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Topan Kompasu menerjang Incheon, Korea Selatan. AP/Yonhap, Ha Sa-hun

    Topan Kompasu menerjang Incheon, Korea Selatan. AP/Yonhap, Ha Sa-hun

    TEMPO Interaktif, SEOUL -Tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah Topan Kompasu menerjang wilayah tengah Korea Selatan, Kamis (2/9). Kantor Berita Yonhap melaporkan badai terbesar yang pernah menerjang Seoul dalam 15 tahun terakhir ini juga memutus jaringan listrik dan menyebabkan kekacauan lalu lintas transporasi di negeri itu.

    Masih menurut Yonhap, seorang kakek berusia 80 tahun tewas setelah tertimpa genteng rumah yang berterbangan di Seosan, Provinsi Chungcheong. Di Bundang, Seoul, seorang pemuda berumur 37 tahun tewas setelah tertimpa pohon, dan seorang tukang listrik tewas kesetrum di Mokpo, 410 kilometer selatan Seoul.

    Lebih dari 120 penerbangan ditunda dan sebagian besar jaringan kereta bawah tanah atau subway tersendat. Tiang-tiang dan pepohonan tumbang di Seoul. Rumah sakit-rumah sakit sesak dipenuhi korban luka akibat pecahan kaca. Sehari sebelumnya, Rabu (1/9), pemerintah Korea Selatan telah mengeluarkan peringatan akan terjadinya topan.

    Topan Kompasu menyebabkan curah hujan tinggi di Korea Selatan dan di Pulau Ganghwa sebelum bergerak cepat (55 mil per jam) menuju Korea Utara. Pada tahun ini Korea Utara pernah terkena bencana banjir parah. Adapun di Cina, badai tropis Lionrock menyebabkan curah hujan yang sangat deras disertai angin kencang di Provinsi Fujian.

    | CNN | XINHUA | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.