Perang Irak Berakhir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama dalam siaran televisi mengumumkan berakhirnya perang Irak (1/9). AP/Karim Kadim

    Barack Obama dalam siaran televisi mengumumkan berakhirnya perang Irak (1/9). AP/Karim Kadim

    TEMPO Interaktif, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama kemarin di Ruang Oval, Gedung Putih, mengumumkan secara resmi bahwa Perang Irak telah berakhir. Meski begitu, ia memperingatkan, misi mereka selama sembilan tahun, yakni menghancurkan jaringan Al-Qaidah, gagal. 

    Berbicara dari meja yang sama saat Presiden George Walker Bush menyatakan invasi terhadap Irak Maret 2003, Obama mengatakan operasi militer di Negeri Dua Sungai itu telah menewaskan lebih dari 4.400 prajurit Amerika dan membuat Pentagon (Departemen Pertahanan) menggelontorkan US$ 1 triliun.
    "Operasi Pembebasan Irak telah berakhir, dan rakyat Irak sekarang bertanggung jawab atas keamanan negara mereka," kata presiden kulit hitam pertama Amerika ini dalam pidato televisi yang disiarkan secara nasional. Pagi harinya, ia menelepon Bush untuk memberi tahu bahwa misi bersenjata di Irak telah berakhir. 

    Namun ia meyakinkan, berakhirnya operasi perang di sana bukan berarti komitmen Washington membantu Bagdad juga selesai. Ia juga menyeru para pemimpin Irak segera membentuk pemerintahan persatuan.

    Pemilihan umum Maret lalu di Irak memang tidak menghasilkan pemenang mutlak. Blok Iraqiyah, yang dipimpin mantan perdana menteri Iyad Allaqi, hanya unggul dua kursi di parlemen ketimbang suara yang diperoleh Perdana Menteri Nuri al-Maliki, yang mengomandoi koalisi Negara Hukum. 

    Sejatinya, bos Aliansi Nasional Irak, Muqtada al-Sadr, memegang peranan kunci dalam pembentukan pemerintahan koalisi. Tapi ulama muda garis keras yang menentang penjajahan Amerika di Irak ini lebih memilih bekas perdana menteri Ibrahim Jafari untuk memimpin kabinet mendatang. 

    Dalam pidato nasionalnya di Ibu Kota Bagdad, Perdana Menteri Maliki meyakinkan masyarakat internasional bahwa pasukan keamanan Irak mampu mengemban semua tanggung jawab. "Ini merupakan hari yang akan diingat semua orang. Hari ini Irak telah menjadi negara berdaulat dan merdeka," ia menegaskan. 

    Momentum berakhirnya Perang Irak ini ditandai dengan kunjungan Wakil Presiden Amerika Joe Biden dan Menteri Pertahanan Robert Gates ke Negeri 1.001 Malam itu. Selanjutnya, masih terdapat sekitar 50 ribu tentara Amerika yang bertugas melatih pasukan Irak hingga tahun depan. 

    Tidak semua warga Irak menyambut gembira kemerdekaan baru negara mereka. "Irak masih memerlukan pasukan Amerika karena situasi keamanan di sini belum stabil," ujar Samira Gorgess, warga Bagdad. 

    AP | USA Today | Washington Post | Faisal Assegaf

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.