Polisi Afghanistan Sita 17 Ton Bahan Peledak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kabul - Polisi Agfganistan menyita 17 ton amonium nitrat, bahan peledak yang digunakan sebagai senjata utama para pemberontak untuk pembuatan bom jalan raya untuk menyerang pasukan pemerinah dan asing.

    Ini merupakan temuan terbesar sejak dikeluarkannya maklumat pelarangan terhadap penggunaan bahan kimia tahun ini.

    Bom rakitan untuk ranjau jalan senjata sangat efektif digunakan oleh Taliban dan para pemberontak lainnya. Situs websites independen iCasualities.org memperkirakan bom-bom di jalan atau ranjau efektivitasnya mencapai 60 persen untuk melumpuhkan tentara asing pada tiga tahun terakhir ini.

    Jumlah total tentara asing yang tewas di Afganistan sejak Taliban terusir dari kekuasaan 2001 mencapi 2.000 orang. Juni merupakan bulan terburuk yang dialami oleh pasukan asing, korban tewas 102 orang.

    Keterangan dari Kementerian Dalam Negeri menyebutkan, polisi perbatasan Afganistan menemukan 16.819 kilogram bahan peledak di Provinsi Kandahar, jantung kota Taliban. Empat orang, jelasnya, telah ditahantermasuk dua orang warga negara Pakistan.

    Temuan ini merupakan barang sitaan terbesar sejak Presiden Hamid Karzai melarang, menggunakan, memproduksi, menyimpak atau menjual amonium nitrat tahun ini.

    Pemberontak Taliban menggunakan amonium nitrat sebagai ranjau bom ditanam di jalan terseba di beberapa tempat di kawasan yang mereka kuasai di selatan dan timur.


    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.