Israel Cabut Travel Warning ke Turki Pasca Insiden Flotila

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Mavi Marmara. AP/Ariel Schalit

    Kapal Mavi Marmara. AP/Ariel Schalit

    TEMPO Interaktif, Yerusalem -Israel telah mencabut anjuran kepada warganya agar tak bepergian ke Turki, ujar para pejabat hari ini, mengutip menurunnya risiko kekerasan dari demonstrasi yang marak pasca pembunuhan sembilan penumpang kapal bantuan ke Gaza oleh tentara Israel.

    Dunia murka atas penyerbuan pasukan Israel pada 31 Mei lalu untuk menghalangi mendaratnya kapal ke wilayah Palestina yang diblokade. Meskipun Turki adalah satu-satunya negeri muslim partner dagang Israel, tapi negeri Yahudi itu berkukuh menolak tuntutan Ankara untuk meminta maaf.

    Perevisian seruan untuk warga Israel menghindari negara itu, Biro Anti Terorisme di Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa turis atau orang-orang bisnis bisa pergi ke Turki dengan menghindari demonstrasi sebagai “argumen politik dengan penduduk setempat”.

    “Sudah sekitar satu setengah bulan tak ada demonstrasi, jalanan di Turki juga lebih tenang,” kata seorang pejabat biro itu, Elkana Har-Nof kepada Radio Israel. Dia mengapresiasi polisi Turki yang menjaga ketertiban dan mengatakan tak ada perhatian kepada warga Israel yang bisa menjadi target teroris.

    Sebanyak 150 ribu orang Israel diperkirakan akan mengambil liburan musim panas ini di Turki. Tapi, menurut pejabat biro turisme, sebanyak dua pertiga membatalkan sejak krisis terbuka. Penerbangan komersial Turki saat ini enggan terbang ke Tel Aviv.

    Reuters | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.