Diplomat Korsel di Irak Diculik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang diplomat Korea Selatan yang bertugas di Bagdad telah diculik oleh dua orang bersenjata. Kedua orang tersebut memperingatkan diplomat itu untuk segera meninggalkan Irak sebelum melepaskannya. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Lee Kwang-Jae penculikan ini berlangsung Senin (27/10) lalu di dekat Kedutaan Besar Korea Selatan di Baghdad. Menurutnya penculikan ini didasari karena Korea Selatan memutuskan menerima permintaan Amerika Serikat untuk mengirim tentara ke Iraq."Seorang staf diplomat kami yang bertugas di Kedutaan Besar Korsel di Baghdad telah diculik oleh dua orang tak dikenal, saat ia menunggu taksi di depan kantor kedutaan," kata Kwang-Jae.Namun, lima menit kemudian staf diplomat ini dibebaskan tanpa cedera apapun. Ia diberi peringatan oleh kedua orang itu untuk menyampaikan kepada semua orang Korea Selatan segera meninggalkan Irak.Menurut ceritanya, kedua orang penculik mendorong sang diplomat untuk masuk ke dalam sebuah mobil yang di parkir di depan rumah penginapan kedutaan dan menahannya selama lima menit. Setelah kejadian ini staf diplomat tersebut masih tetap bertugas di Bagdad bersama tiga temannya yang lain. Ancaman ini bukan untuk yang pertama kalinya bagi Korea Selatan. Sebelumnya pada bulan Agustus, kantor Agen Promosi Investasi Perdagangan Korea ditembaki. Bersamaan dengan diterimanya surat ancaman oleh pekerja teknik dan konstruksi Daewoo.Rancananya Kwang-Jae akan bergabung bersama 13 anggota tim pencari fakta yang akan bertolak ke Bagdad, Jumat (31/10). Di sana tim ini akan bertugas selama 10 hari untuk mencari data dan informasi yang dibutuhkan pemerintah untuk penambahan tentara.Sebelumnya tim yang sama telah dikirim dan kembali pada bulan lalu dengan laporan tentang tingkat keamanan di Irak. Laporan yang menceritakan situasi konflik di Irak ini membuat keraguan pemerintah Korea Selatan untuk menambah jumlah pasukannya.Korea Selatan pada 18 Oktober lalu telah menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk mengirim pasukannya ke Irak. Dilaporkan, pemerintah Amerika Serikat meminta Korea Selatan untuk mengirimkan 5.000 pasukan tempurnya. Korea Selatan sendiri telah mengirimkan 675 pasukan non tempurnya, termasuk tenaga medis dan teknisi ke Irak pada Mei lalu. AFP/Dewi Retno - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?