Dua Tentara Korea Utara Divonis 10 Tahun Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Selatan berjaga-jaga di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara di Paju (1/6). Korea Utara akan melakukan ujicoba rudal jarak jauhnya dalam bulan ini. Foto: REUTERS/Jo Yong-Hak

    Tentara Korea Selatan berjaga-jaga di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara di Paju (1/6). Korea Utara akan melakukan ujicoba rudal jarak jauhnya dalam bulan ini. Foto: REUTERS/Jo Yong-Hak

    TEMPO Interaktif, Seoul – Pengadilan Korea Selatan, Kamis (01/07), memvonis dua anggota militer Korea Utara, masing-masing 10 tahun penjara. Keduanya dinyatakan bersalah telah berkomplot membunuh Hwang Jang-yop, 87 tahun, seorang desertir Korea Utara yang pernah sekali menjadi penasehat pemimpin Korea Utara Kim Jong-il, yang sekarang menentang Utara.

    Kedua tentara itu: Kim Myong-ho dan Dong Myong-gwan, oleh pengadilan dianggap telah melanggar hukum Keamanan Nasional. Keduanya ditahan di Seoul, April lalu.

    “Mereka mengakui semua tuduhan yang dijatuhkan kepadanya, begitu juga  saksi dan bekas agen lainnya telah diferifikasi mengenai “identitas dan misi mereka,” kata hakim senior Cho Han Chang.

    Namun Korea Utara membantah terlibat dalam upaya pembunuhan itu. Sebaliknya Korea Utara menuduh Selatan mengarang cerita untuk memanaskan hubungan kedua negara.  
    Hwang merupakan arsitek ideologi rejim Pyongyang untuk bidang kepercayaan diri. Dia pernah menjadi sekretaris partai penguasa, Partai Pekerja, dan penasehat Kim Jong Il. Dia kemudian menentang pemimpinnya pada 1997, saat melakukan kunjungan ke Beijing, dan melarikan diri dari Korea Utara. Sekarang dia tinggal di Korea Selatan dengan pengamanan ketat, di sebuah tempat yang dirahasiakan.

    STRAITS TIMES | SUNARIAH


       

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.