Korea Selatan Dahulukan Soal Tenggelamnya Cheonan Lalu Nuklir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal angkatan laut Korea Selatan Cheonan (kiri) mencari para pelaut yang hilang. AP Photo/Ha Sa-hun, YonhapA South Korean naval ship, the Cheonan, sinks as a coast guard vessel sails near the ship in an attempt to rescue its sailors near South Korea's Baeknyeong Island, close to North Korea, in the western waters on Saturday, March 27, 2010.  (AP Photo/ Ha Sa-hun, Yonhap) **KOREA OUT**

    Kapal angkatan laut Korea Selatan Cheonan (kiri) mencari para pelaut yang hilang. AP Photo/Ha Sa-hun, YonhapA South Korean naval ship, the Cheonan, sinks as a coast guard vessel sails near the ship in an attempt to rescue its sailors near South Korea's Baeknyeong Island, close to North Korea, in the western waters on Saturday, March 27, 2010. (AP Photo/ Ha Sa-hun, Yonhap) **KOREA OUT**

    TEMPO Interaktif, Seoul -Korea Selatan ingin memusatkan perhatian tentang tanggungjawab atas kasus tenggelamnya sebuah kapal perangnya sebelum dimulainya perundingan multilateral untuk mengakhiri pengembangan program senjata nuklir Korea Utara. Hal itu dikemukakan Menteri Luar Negeri Korea Utara Yu Myung-hwan, hari ini di Seoul.

    Tenggelamnya kapal korvet Cheonan pada 26 Maret lalu yang de fakto dekat perbatasan maritimantara dua Korea telah meningkatkan eskalasi hubungan kedua negara dan lebih jauh menimbulkan komplikasi yang merumitkan upaya pengembalikan perundingan denuklirisasi Pyongyang.

    “Begitu Korea Utara didapati telah menenggelamkan kapal perang Cheonan, pemerintah bakal berkonsentrasi atas insiden tersebut,” ujar Yu sebagaimana dikutip kantor berita Yonhap dalam sebuah sidang parlemen di Seoul.

    Menurutnya, pemerintah “bakal berkonsultasi dengan negara terkait dalam pembukaan kembali perundingan enam pihak”.

    Perundingan enam pihak melibatkan dua Korea, Amerika Serikat, Cina, Jepang dan Rusia yang digelar setahun lebih, kini mandek.

    Reuters|dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.