Penumpang Mavi Marmara Minta Barang Mereka Dikembalikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis pro-Palestina dari Turki mengadakan konferensi pers di atas kapal Turki Mavi Marmara saat berlayar di perairan internasional Laut Mediterania sebagai bagian dari konvoi kemanusiaan (30/5). ANTARA/REUTERS/Erhan Sevenler/Anatolia

    Aktivis pro-Palestina dari Turki mengadakan konferensi pers di atas kapal Turki Mavi Marmara saat berlayar di perairan internasional Laut Mediterania sebagai bagian dari konvoi kemanusiaan (30/5). ANTARA/REUTERS/Erhan Sevenler/Anatolia

    TEMPO Interaktif, Yerusalem - Perdana Menteri Bulgaria Boriko Boisov awal pekan ini menelepon Perdana Menteri israel Benjamin Netanyahu meminta barang-barang milik sejumlah warganya dikembalikan. Beberapa warga Bulgaria ikut dalam kapal Mavi Marmara yang diserbua pasukan komando israel.

    Hingga kini Inegara Zionis itu belum mengembalikan barang-barang milik penumpang Mavi Marmara, seperti kamera, komputer jinjing, dan lainnya. Masalah ini menjadi isu diplomatik setelah terungkap dalam pertemuan antara salah satu direktur jenderal di Kementerian Luar Negeri, Yossi Gal, dan para diplomat asing di Yerusalem.

    Seorang duta besar yang tidak disebutkan nama dan negara asalnya menanyakan kapan dan bagaimana barang-barang penumpang Mavi Marmara dikembalikan. Jika tidak, apakah Israel akan membayar ganti rugi. Gal menjawab persoalan itu sedang dibahas.

    Dalam insiden itu, 19 penumpang Mavi Maramra tewas dan 36 lainnya cedera. Kapal kemanusiaan itu lantas dipaksa berlabuh di Kota Aashdod, Israel selatan. Seluruh 700 penumpang akhirnya dibebaskan tanpa barang-barang milik mereka.

    Jerusalem Post/Faisal Assegaf




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.